Detail Berita


Arutmin-Disbunnak Kalsel Kembangkan Lahan Bekas Tambang untuk Ternak Sapi


"FOTO BERSAMA: Bupati Tala Sukamta bersama jajaran SKPD dan pihak DPRD Tala melakukan foto bersama dengan pihak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, usai melakukan ekspose rencana penggunaan lahan pasca tambang PT Arutmin Indonesia."
Sumber gambar: kalsel.prokal.co


Tanggal terbit: 31-08-2020

duniatambang.co.id - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan melakukan peninjauan lokasi bekas tambang PT Arutmin di Kintap. Adapun peninjauan itu dilakukan untuk melihat secara langsung lokasi yang akan dijadikan sebagai lahan pengembangan sapi potong. Pemanfaatan lahan bekas tambang untuk area pemotongan sapi itu, merupakan bagian dari langkah pemerintah setempat untuk mewujudkan percepatan program swasembada sapi di wilayah tersebut.

Dengan memanfaatkan lahan bekas tambang, Disbunnak mengupayakan beragam cara agar program swasembada sapi itu bisa selesai lebih cepat. Selama ini, lahan yang dijadikan area pemotongan sapi mayoritas merupakan lahan perkebunan dan pertanian. Pemanfaatan lahan bekas tambang ini pun menjadi strategi baru yang diambil pemerintah.

Disbunnak menilai reklamasi lahan pasca tambang yang dilakukan PT Arutmin sejak tahun 2015 silam, sangat potensial untuk pengembangan sapi. Baik itu dari sisi luas lahan maupun juga dari sumber daya alam yang bisa dijadikan pakan ternak.

Tercapainya swasembada sapi itu nantinya tidak hanya menyuplai kebutuhan wilayah Kalimantan Selatan saja, namun juga wilayah tetangga. Sebagai informasi, populasi sapi di Kalimantan Selatan sudah mencapai 181.547 ekor.

PT Arutmin sendiri telah memberikan jaminan pascatambang pada tahun 2018 sebesar USD1,5 juta untuk tambang Kintap. Total jaminan yang disetorkan untuk tambang batubara milik perusahaan yang ada di Kalimantan Sendiri jumlahnya mencapai USD53,17 juta.

Berdasarkan laporan pada tahun 2019,  total lahan pasca tambang yang menjadi kewajiban PT Arutmin untuk dilakukan reklamasi luasnya mencapai 15.000 hektar. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah lahan yang sudah dilakukan reklamasi adalah seluas 7.100 hektar.

Sementara luas lahan pasca tambang yang sudah dikerjasamakan dengan pemerintah setempat untuk dijadikan area pengembangan sapi itu luasnya mencapai 200 hektar.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !