Detail Berita


Pentingnya Hilirisasi Komoditas Batubara


"Pembakaran Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 27-08-2020

duniatambang.co.id - Industri pertambangan dalam negeri saat ini tengah dalam perubahan tren komoditas unggulan. Sebelumnya batubara menjadi komoditas primadona dengan nilai ekspor yang sangat tinggi. Kini, komoditas andalan itu segera berubah ke nikel, seiring dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peralihan bahan bakar fosil ke listrik.

Peneliti dari Alpha Research Database Indonesia menyebut komoditas batubara akan ditinggalkan jika tata kelola hilirisasi batubara tidak segera diperbaiki. Apalagi adanya wabah pandemi saat ini, turut melemahkan serapan produk batubara baik dalam maupun luar negeri karena turunnya konsumsi.

Faktor lain yang semakin memberikan tambahan tekanan juga berasal dari kebijakan negara-negara luar, seperti negara di Eropa yang mulai beralih pada penggunaan energi bersih dan terbarukan.

Kebijakan hilirisasi untuk batubara bisa menjadi solusi terbaik bagi para pengusaha tambang batubara dalam memecahkan masalah ini. Meski demikian, dibutuhkan pemikiran revolusioner dan inovatif dari perusahaan batubara, khususnya dalam pengolahan. Tuntutan untuk memikirkan industri batubara di masa depan, bisa dijembatani dengan hadirnya hilirisasi ini.

Industri pengolahan dalam kebijakan hilirisasi batubara bisa dijadikan sebagai momen kebangkitan. Meski hasilnya baru bisa benar-benar dirasakan pada 3 hingga 5 tahun mendatang.

Misalnya, seperti pengolahan gasifikasi batubara. Saat ini gas yang menjadi bahan utama untuk Liquid Petroleum Gas (LPG) sebanyak 70 persen masih mengandalkan impor dari negara lain. Sehingga jika proyek gasifikasi ini bisa dijalankan dengan lancar, maka bisa menjadi harapan baru bagi industri batubara tanah air.

Dengan adanya gasifikasi batubara sebagai bahan bakar LPG, dampak yang dihasilkan akan benar-benar sangat signifikan. Tentunya dampak itu akan secara langsung bisa dirasakan dalam penerimaan negara dan juga penurunan dari defisit APBN yang selama ini masih dialami.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !