Detail Berita


Elon Musk CEO Tesla Janjikan Kontrak Raksasa kepada Industri Nikel di Dunia


"Elon Musk"
Sumber gambar: usnews.com


Tanggal terbit: 26-08-2020

duniatambang.co.id – Elon Musk yang merupakan CEO dari Tesla inc yang merupakan perusahaan mobil listrik terbesar di dunia, baru-baru ini menyatakan akan memberikan kontrak raksasa terhadap siapa saja yang dapat menyuplai bahan nikel. Ia menambahkan bahwa kontrak tersebut dijalani dengan biaya minim dan juga dampak lingkungan yang rendah.

Baca juga: Mengulas Teknologi Hilirisasi Nikel Di Indonesia

Diketahui bahwa perusahaan otomotif asal Amerika ini baru saja melakukan ekspansi produksi ke China dan Jerman. Hal ini mengakibatkan kebutuhan nikel sebagai bahan untuk membuat baterai mobil juga semakin besar.

Seakan sebuah tantangan, beberapa perusahaan memberikan tanggapan atas pernyataan Musk tersebut. Salah satunya adalah Canada Nickel Co, sebuah perusahaan tambang yang berbasis di Toronto, menyatakan siap membangun fasilitas yang dapat memproses nikel tanpa karbon. Fasilitas ini nantinya akan dibangun di wilayah Timmins-Cochrane di utara Ontario. Lokasi ini dinilai cukup menguntungkan dikarenakan letaknya berdekatan dengan pembangkit tenaga air. Perusahaan ini juga sedang melakukan riset lebih jauh terhadap batuan serpentin yang dinilai dapat menyerap emisi di udara.

Melihat hal ini, Indonesia sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, berpeluang besar untuk memenuhi permintaan dari perusahaan mobil listrik tersebut. Indonesia sendiri masih memerlukan perbaikan dalam hal produksi nikel, dikarenakan saat ini untuk memproduksi nikel diperlukan batubara cukup banyak sehingga menyebabkan emisi yang juga banyak.

Tesla mendapatkan suplai baterai nikel-cobalt-mangan melalui perusahaan asal Korea Selatan, LG Chem Ltd dan untuk baterai nikel-kobalt-alumunium melalui perusahaan asal Jepang, Panasonic Corp.

Mengingat fokus Tesla pada ketahanan produksi jangka panjang, Tesla cenderung lebih memilih untuk membeli dari perusahaan tambang yang memiliki kadar nikel sulfida tinggi, sehingga membutuhkan lebih sedikit daya untuk memprosesnya bila dibandingkan dengan bijih laterit.

Terdapat  tiga pemasok utama Nikel yang dimiliki oleh Tesla. Perusahaan tersebut yaitu, Vale yang beroperasi di Kanada yang menggunakan tenaga air, Norilsk Nickle dari Rusia dan BHP’S Group dari Australia.

 

Penulis : Ario Bhismo Nugroho

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !