Detail Berita


Tanah Gambut Dapat Dimanfaatkan Sebagai Energi Listrik Alternatif?


"Tanah gambut"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 25-08-2020

duniatambang.co.id – Berbagai Negara di dunia kini mulai menyongsong energi baru. Beberapa energi baru terbarukan dan energi alternatif potensial menjadi sorotan berbagai Negara untuk dimanfaatkan. Salah satunya dengan pemanfataan tanah gambut yang tidak bernilai untuk dijual atau diekspor ke luar negeri. Dengan kandungan kalori yang rendah dan kandungan air yang sangat banyak membuat tanah gambut kurang dilirik oleh para konsumen bahan bakar dari dalam maupun luar negeri.

Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk. Oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Komponen organik berupa karbon hidrogen yang terkandung di dalam gambut adalah komponen yang sangat penting dalam pemanfaatan gambut sebagai bahan energi.

Gambut pada dasarnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan karena memiliki pertimbangan sebagai berikut yaitu energi kalor lepas dari gambut adalah berkisar antara 10 Mj/Kg hingga 20 Mj/Kg dan penggunaan 1 m3 gambut sebagai bahan bakar yang mampu menghasilkan sekitar 600 Mj setara dengan penggunaan 17 kg batu bara. Salah satu sumber energi terbarukan dari gambut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap Gambut (PLTU Gambut) yang dinyatakan ramah lingkungan di Daerah Kalimantan.

Gambut memiliki komponen Fe2O akan menurunkan titik lebur abu juga rendahnya kandungan sulfur sebesar 0,05% sampai 0,20% sehingga akan sangat menguntungkan dari aspek lingkungan. Titik lebur yang dimiliki oleh gambut sendiri adalah kurang dari 3%. Kandungan kalori yang dimilikinya adalah sebesar 1.330 kJ/Nm3 sampai 1.370,6 kJ/Nm3.

Namun, untuk pembuatan sebagai bahan energi memerlukan sistem pemurnian dan dekomposisi yang baik. Hal tersebut karena gambut dapat menghasilkan beberapa gas yang tergolong jenis gas berbahaya. Gas tersebut adalah CO2, CH4, dan N2O yang terjadi dari proses pirolisis.

Kemampuan yang spesifik dari proses dekomposisi gambut adalah apabila komponen karbon dan nitrogen meningkat, maka komponen oksigen dan hidrogen akan mengecil yang berarti kandungan airnya akan mengecil, sebagai akibatnya nilai kalori gambut menjadi cukup tinggi (4.400-5.900 kal /g). Hubungan antara komponen-komponen organik seperti karbohidrat, asam humat, lignin, dan bitumen mempunyai pengaruh pada intensitas phase pembakaran

Selain itu, pemanfaatan gambut sebagai energi alternatif merupakan cara untuk mengelola lahan gambut secara baik. Lahan gambut dapat menjadi bencana jika tidak dikelola dengan baik terutama saat musim kemarau. Lahan ini dapat menyimpan titik api yang lama untuk padam karena memiliki titik abu yang rendah sehingga jika terjadi kebakaran akan sulit untuk memadamkannya. Dengan adanya kepedulian dari pemerintah terhadap gambut yang dinilai kurang bermanfaat dan berpotensi, maka ke depannya pemerintah bisa membuat program khusus dalam pemanfaatan komponen-komponen energi alternatif yang murah, ramah lingkungan, dan potensial.

 

Penulis : Dimas Chaidir Adinugroho

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !