Detail Berita


Lima Metode Alternatif Pengolahan Emas Tanpa Merkuri


"Emas Batangan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 25-08-2020

duniatambang.co.id - Perusahaan tambang di Indonesia kini dituntut untuk bisa menerapkan aturan yang sangat ketat dalam penggunaan merkuri untuk mengolah hasil tambang. Hal ini dilakukan tidak hanya melindungi kelestarian lingkungan sekitar, tetapi juga meningkatkan taraf kesehatan para pekerja tambang. Tak butuh waktu lama, metode pengolahan tanpa merkuri pun berhasil ditemukan dan diterapkan.

Berdasarkan sejumlah penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), ada beberapa teknologi dan metode yang bisa dijadikan alternatif pengganti merkuri untuk mengolah hasil tambang yaitu sebagai berikut.

1. Teknologi Sianidasi

Metode pengolahan hasil tambang dengan memanfaatkan teknologi sianidasi dinilai jauh lebih aman bagi para pekerja tambang dan juga lingkungan sekitar area tambang. Hasilnya tidak hanya mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan, namun bisa meningkatkan hasil pengolahan hasil tambang seperti emas, jika dibandingkan dengan menggunakan merkuri.

Sebelumnya jika menggunakan merkuri, proses pengolahan emas hanya mampu menghasilkan 40 persen saja. Sementara jika menggunakan metode sianidasi bisa mencapai angka 91 persen sehingga hasilnya jauh lebih banyak.

Teknologi ini menggunakan mesin yang mampu mengolah batuan hingga bentuk sangat kecil atau seperti butiran pasir. Prosesnya yakni dengan memasukkan batuan yang mengandung emas dalam mesin penggiling, selanjutnya dipindahkan dalam mesin besar berbentuk tabung, untuk dicampur dengan sianida dan tambahan air.

Hasilnya akan keluar di sebuah tempat penampungan khusus yang memiliki karbon aktif, sehingga emas bisa terserap dengan baik. Karbon tersebut kemudian akan dibakar dengan suhu tertentu, sehingga bisa menyisakan batuan dengan kadar emas hingga 91 persen.

2. Teknologi Tiourea

Metode pengolahan emas dengan teknologi Tiourea bisa dijadikan alternatif dari penggunaan sianida. Biasanya metode pengolahan ini digunakan pada batuan yang berjenis sulfida rendah dan primer. Kelebihannya, Tiourea tidak mengandung racun sehingga sangat aman dalam proses penggunaanya.

Prosesnya pun lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan sianida. Namun dibutuhkan tambahan campuran dari H2SO4 atau asam sulfur.

3. Teknologi Tiosulfat

Metode pengolahan dengan teknologi Tiosulfat juga bisa jadi solusi terbaik selain menggunakan sianida. Dalam penggunaannya, Tiosulfat memiliki dua jenis senyawa yakni ammonium thiosulfate dan sodium thiosulfate. Keduanya bisa digunakan untuk melarutkan perak dan emas, namun memiliki tingkat kecepatan proses yang berbeda.

4. Teknologi Igoli

Teknologi ini dalam proses pengolahannya berasal dari campuran sodium metabisulphite, pool acid dan sodium hypochlorite. Hasil dari pengolahan dengan menggunakan teknologi ini bisa berupa emas murni 99,09 persen.

5. Teknologi Flotasi

Teknologi ini dengan memanfaatkan proses pemisahan emas dari suatu zat dengan menggunakan zat lain yang memiliki tingkat sifat yang sama. Dalam pengolahan, metode ini memanfaatkan udara dan kemudian menambahkan bahan kimia ke dalam bijih batuan yang bentuknya sudah dihaluskan. Nantinya, emas murni akan mengambang di permukaan air.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !