Detail Berita


Masa Depan Industri Pertambangan: Bawah Laut dan Ruang Angkasa


"Ilustrasi tambang luar angkasa"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 24-08-2020

duniatambang.co.id - Pertambangan bisa disebut sebagai industri tertua dan menjadi pondasi peradaban manusi. Di masa sekarang, pertambangan menyumbangkan 12 persen pendapatan negara dari seluruh sektor yang ada. Dunia akan terus membutuhkan keberadaan industri pertambangan.

Namun, industri pertambangan terus mendapatkan tantangan yang tak kunjung usai, beberapa diantaranya bahkan belum pernah ada sebelumnya. Meningkatnya populasi dan kebutuhan, berarti meningkat juga permintaan akan mineral dan hasil tambang. Tren ini tidak akan pernah menurun.

Proses penambangan menjadi semakin meningkat tingkat kesulitannya, apalagi jumlah cadangan yang terus menurun dan di sisi lain juga berdampak pada kondisi lingkungan sekitar. Perubahan pada industri pertambangan ini tak lepas dari dukungan teknologi, inovasi dan juga peluang-peluang baru. Oleh karena itu, kesuksesan dalam industri pertambangan di masa mendatang, salah satunya bergantung pada eksplorasi dan penambangan di tempat baru.

Penambangan Bawah Laut dan Ruang Angkasa

Seorang novelis terkenal bernama Jules Verne dalam bukunya menyebut jika pertambangan di masa depan akan dilakukan di dalam laut. Nyatanya, prediksi sang novelis itu bakal benar-benar terjadi.

Penambangan bawah laut menjadi konsep baru dalam industri pertambangan, dan teknologinya sudah mulai banyak dikembangkan bahkan sudah diluncurkan. Prospek penambangan bawah laut sangat-sangat signifikan dan menjanjikan, apalagi dari data yang ada sejauh ini dunia hanya bisa mengeksplorasi 5 persen dari permukaan bawah laut bumi ini.

Tentunya permukaan bawah laut bumi bisa dipastikan mengandung material dan logam berharga yang jauh lebih besar daripada yang ada di permukaan atau dalam tanah. Kandungan nikel, cobalt, magnesium dan tembaga diprediksi bisa ditemukan di permukaan bawah laut dengan suhu yang dingin. Sementara emas, bijih besi, dan juga perak bisa ditemukan di permukaan bawah laut dengan suhu yang panas.

Sementara itu, penambangan ruang angkasa mungkin lebih mirip seperti yang ada di film Star Trek atau Star Wars. Namun teknologi saat ini memungkinkan penambangan ruang angkasa bisa hadir lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

NASA dan sejumlah ilmuwan telah memiliki konsep penambangan di ruang angka itu. Prosesnya bisa dilakukan dengan meluncurkan roket yang mendarat di asteroid, kemudian memanfaatkan kecanggihan teknologi robotik dan jaringan koneksi super cepat untuk mengendalikan robot-robot tersebut dalam mengekstraksi batuan asteroid dan mengirimkannya kembali ke bumi.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !