Detail Berita


Melihat Wisata Goa Tambang Emas Gunung Pongkor Antam


"Museum Tambang Pongkor"
Sumber gambar: wisato.id


Tanggal terbit: 24-08-2020

duniatambang.co.id - PT Aneka Tambang mengelola sebuah tempat wisata yang dulunya merupakan areal bekas pertambangan emas. Tempat tersebut bernama Goa Tambang Emas Gunung Pongkor, yang terletak di Kecamatan Nanggung, Bogor. Tak lagi dioperasikan karena cadangannya telah habis, goa tersebut akhirnya dijadikan tempat wisata.

Pada tahun 1989, Antam melakukan survei dan eksplorasi di wilayah tersebut dan menemukan adanya kandungan emas yang cukup signifikan. Kegiatan penambangan pun mulai dilakukan. Setiap tahun, goa tersebut bisa menghasilkan 1,5 hingga 2 ton emas. Kini, goa tersebut menjadi tujuan wisata alam para wisatawan dari dalam maupun luar daerah.

Goa Tambang Emas Gunung Pongkor ini memiliki panjang hingga 6 km ke perut bumi. Untuk mendukung pasokan oksigen yang digunakan para pekerja tambang di saat masih beroperasi, terdapat empat buah ventilasi raksasa sebagai jalur pasokan oksigen. Dengan demikian, orang bisa bertahan dengan udara bersih sampai 2 hari di dalam goa.

Karena adanya peraturan yang ketat, tidak semua orang boleh masuk ke dalam goa. Mereka yang ingin masuk tentunya harus memakai alat perlindungan diri lengkap, mulai dari sepatu boot, baju wearpack dan helm yang dilengkapi senter. Selain itu, mereka yang masuk wajib memiliki kartu asuransi.

Setelah memenuhi persyaratan tersebut di atas, untuk memasuki gua itu nantinya akan menggunakan sebuah lori yang dulu bekas digunakan mengangkut material tambang. Lori itu ditarik menggunakan mesin diesel. Bisa juga dilakukan dengan berjalan kaki, namun kondisi permukaan tanahnya yang lembab dan berlumpur tentu akan semakin menyulitkan perjalanan.

Baca juga: Lima Rekomendasi Tempat Wisata Geologi di Indonesia

Karena berada di dalam goa, kondisi yang dirasakan yakni suasana yang lembab dan banyak air bercucuran dari atap gua karena rembesan dari bagian atasnya. Sementara bagian atap dan dinding gua ditopang dengan beton dan baja serta sebagian telah dicor menggunakan semen.

Karena panjangnya yang mencapai 6 km, semakin dalam memasuki areal goa, tentu udara akan semakin pengap karena oksigen yang menipis. Selain itu kondisi juga semakin gelap, hingga hanya mengandalkan cahaya senter yang ada di helm. Banyaknya cabang di dalam gua, juga bisa beresiko membuat orang di dalamnya tersesat. Oleh karena itu, dibutuhkan pemandu jika para wisatawan ingin masuk ke dalam tempat wisata ini.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !