Detail Berita


Harga Batubara Terus Tertekan, Begini Nasib Adaro dan Bukit Asam


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 18-08-2020

duniatambang.co.id - Harga batubara berada pada level terendah sejak 2016. Harga yang tak kunjung membaik akhirnya pun berimbas pada kondisi emiten batubara nasional. Meski demikian, sejumlah analis masih berpikir optimis bahwa sektor batubara akan kembali bangkit setidaknya pada 2021.

Baca juga: Harga Batubara Tertekan Lagi, Kabar Buruk Untuk Perusahaan Batubara di Indonesia?

Salah satu faktor utama yang mendukung kebangkitan sektor batubara ini adalah permintaan dari Cina yang pada kuartal kedua tahun 2020 ini mulai menunjukkan sinyal penguatan. Pendorongnya adalah karena adanya pemulihan kebutuhan batubara di negeri Tirai Bambu itu.

Meski demikian, penguatan itu tidak cukup signifikan untuk sisa tahun ini. Dengan demikian, diperkirakan tekanan akibat wabah pandemi akan masih sangat tinggi. Tekanan akan terus terjadi pada kuartal ketiga tahun ini. Setidaknya pada periode Agustus dan September. Meskipun ada peningkatan atau pemulihan harga batubara pada tahun ini, angkanya tidak akan bisa mencapai angka sebelum wabah pandemi datang.

Baca juga: Industri Pertambangan Batubara Indonesia Memasuki Sinyal Merah?

Sementara itu jika melihat dari prospek emiten batubara yang ada di dalam negeri, sejumlah analis sepakat jika emiten PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebagai pilihan terbaik. Harga saham mereka masih berada di angka masing-masing Rp2.300 dan Rp1.350 per saham.

Dibanding emiten batubara lain, kedua perusahaan itu dinilai memiliki cadangan batubara yang cukup, diversifikasi portofolio yang baik, terintegrasinya saham pertambangan dan potensi dividen yang begitu menjanjikan.

Jika melihat dari laporan keuangan kedua perusahaan pada kuartal pertama tahun 2020, catatan laba bersih mereka tercatat mengalami penurunan secara year on year. PT Bukit Asam mengalami penurunan laba bersih sebesar 20,57 persen, sementara PT Adaro Energy turun sebesar 17,36 persen.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !