Detail Berita


Harga Batubara Tertekan Lagi, Kabar Buruk Untuk Perusahaan Batubara di Indonesia?


"Penambangan batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 14-08-2020

duniatambang.co.id – Harga batubara acuan Termal Newcastle sempat menanjak pada awal pekan pertama Agustus sebesar US$ 54,3/ton. Memasuki pekan kedua Agustus ini harga batubara acuan kembali tertekan menjadi US$ 52,75/ton. Sementara itu, harga batubara acuan di China juga melemah pada minggu pertama bulan Agustus ini, harga patokan Qinhuangdao FOB turun 1,7% menjadi RMB 562/ton pada hari Jumat (07/08). Persediaan batu bara di Qinhuangdao, pelabuhan trans-pengiriman utama di China Utara, mencapai 5,78 juta ton pada 7 Agustus, meningkat 14% dari 5,09 juta ton pada pekan sebelumnya.

Baca juga: Industri Pertambangan Batubara Indonesia Memasuki Sinyal Merah?

Dampak pembatasan impor batubara China terlihat dari data perdagangan bulan Juli yang menunjukkan impor batubara China merosot hingga 21% pada bulan Juli dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Konsumen batu bara terbesar dunia mengimpor 26,1 juta ton batu bara pada Juli, menurut data yang dikeluarkan oleh Administrasi Umum Kepabeanan pada 7 Agustus.

Sementara itu, harga batubara acuan Indonesia (HBA) juga mengalami penekanan secara signifikan sebesar US$ 50,34/ton dibandingkan dengan batubara acuan bulan Juli sebesar US$ 52,16/ton, jelas bahwa HBA bulan Agustus mengalami penurunan sebesar US$ 1,82/ton.

Penekanan harga batubara acuan bulan ini jelas merugikan sebagian perusahaan batubara yang beroperasi di Indonesia. Salah satunya PT Bayan Resources yang mengalami penurunan produksi sebesar 24% dengan produksi batubara sebesar 12,1 juta ton pada paruh pertama tahun 2020. Hal ini juga berpengaruh terhadap aktivitas produksi perusahaan yang juga turun 3,9% dengan produksi batubara sebesar 17,1 % dari bulan Januari sampai Juni 2020. Sehingga target produksi batubara 2020 terjadi penurunan dari 31-33 juta ton ke 22,5 juta ton batubara.

Dengan trend penurunan harga batubara acuan yang terjadi dan minimnya permintaan batubara dari Negara importir seperi China dan India, Pemerintah RI mulai melakukan inisiatif untuk menambah kawasan Negara importir batubara milik RI. Kawasan Negara importir yang akan diajak kerjasama yaitu sekitar kawasan Negara Vietnam ke Pakistan dan Bangladesh. Hal ini jelas merupakan inisiasi pemerintah RI untuk memperbaiki penurunan pemasukan anggaran ekspor tahunan batubara dan trend pergeseran energi baru terbarukan masa depan.

 

Penulis : Dimas Chaidir Adinugroho

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !