Detail Berita


Bioleaching, Proses Pemisahan Logam Menggunakan Bakteri


"Bioleaching"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 14-08-2020

duniatambang.co.id Logam yang terdapat pada bumi masih mengandung jenis logam pengotor yang lain. Untuk memisahkan logam, dapat dilakukan dengan proses bioleaching. Bioleaching merupakan proses pelarutan logam, pemisahan (estraksi) logam dengan menggunakan bantuan mikroorganisme.

Bioleaching dilakukan oleh bakteri pengoksidasi besi dan sulfida. Beberapa jenis bakteri dalam proses ini antara lain Leptospirillum ferooxidans, Thiobacillus ferooxidans, dan beberapa spesies sulfolobus, acidianus, dan sulfobacillus. Bakteri ini akan bekerja dengan cara mengoksidasi mineral sulfida oleh ion besi.

Logam yang biasa diekstrasi dengan menggunakan proses bioleaching yaitu emas, perak, seng, tembaga, timbal, arsenic, nikel, kobalt, dan uranium.

Proses bioleaching berbeda berdasarkan jenis sumber daya yang akan diproses. Ada 3 jenis bioleaching yang digunakan yaitu:

1. Dump leaching untuk batuan sisa dan bijih kualitas rendah yang tercuci dan dipisahkan untuk dibuang

2. Heap leaching untuk material yang baru ditambang dengan kualitas menengah yang akan diendapkan di tumpukan alami yang tahan air kemudian dicuci, material ini mungkin sebagian akan hancur sebelum diendapkan dalam tumpukan,

3. Agitated leaching untuk material berkualitas menengah hingga tinggi yang akan diendapkan dalam tangki dan dicuci menggunakan agitasi mekanis.

Kelebihan bioleaching antara lain untuk mengurangi biaya produksi, meminimalkan pencemaran lingkungan, selain itu bakteri dapat tumbuh secara alami di lingkungan pertambangan dan juga mudah untuk dibudidayakan.

Beberapa contoh perusahaan yang menggunakan proses bioleaching adalah Rio Tinto, Pinto Valley, Morenci Copper Mine, dan Mount Leyshon.

 

Penulis : Anisa Nur Adnin

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !