Detail Berita


Era GEBT di Indonesia


"Panel Surya"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 13-08-2020

duniatambang.co.id - Indonesia memiliki beberapa perusahaan tambang raksasa, salah satunya adalah perusahaan yang bergerak di bidang energi dan petrokimia. Perusahaan tersebut melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mencapai usia kurang lebih enam dekade, yaitu PT Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina).

Pertamina sendiri mendapat mandat dari pemerintah untuk menghasilkan-mengolah minyak dan gas bumi, serta sebagai penyedia kebutuhan negara akan bahan bakar dan gas yang ada, hingga sebagai penyelenggara Public Service Obligation pada kegiatan usaha.

Pertamina dalam usahanya menjadi penyedia primer kebutuhan bakar bakar negara, telah melakukan berbagai penelitian dan pendekatan mengenai pengembangan sektor Gas, Energi Baru dan Terbarukan (GEBT). Hal ini merupakan sebuah capaian visioner, dimana sektor tersebut diharapkan dapat menggantikan sumber energi tidak terbarukan, berupa batu bara dan minyak bumi. Berikut adalah beberapa GEBT yang sedang dikembangkan PT Pertamina:

1. Biofuel

Biofuel adalah satu pengembangan yang dilakukan oleh PT Pertamina untuk meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar basis fosil. Hal ini menjadi sebuah arah baru bagi Indonesia untuk menghemat devisa negara dan menurunkan angka impor yang saat ini terbilang masih cukup tinggi.

Tercapainya program Mandatori Biodiesel 20% (B20) dan pembangunan ketahanan energi tingkat nasional, dapat di tinjau dari progres berjalannya pemanfaatan kelapa sawit menjadi Biofuel ini.

2. PLT Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya sudah mulai dikembangkan oleh PT Pertamina di Badak LNG Bontang, Kalimantan Timur akhir 2018 lalu, sebagai sebuah bukti bahwa perusahaan mampu dan sangat memadai untuk menjadi penyedia primer energi baru dan terbarukan di Indonesia.

PT Pertamina di Badak LNG Bontang ini telah menyelesaikan pemasangan dengan kapasitas total 4 MWp untuk mencukupi kebutuhan Kilang.

Pertamina telah mengembangkan Biofuel dan PLT Surya, selain itu bersama dengan Balitbang ESDM BPDPKS, PT Pupuk Indonesia dan Institut Teknologi Bandung akan mendukung dan mendorong berdirinya pabrik Biorefinery atau pabrik Bahan Bakar Nabati (BBN). Pabrik ini nantinya akan memproduksi diesel biohidrokarbon untuk bahan pembuatan Bioavtur.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor  : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !