Detail Berita


Pemanfaatan Tailing Sisa Hasil Pengolahan Tambang


"Tailing hasil pengolahan tambang"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 11-08-2020

duniatambang.co.id – Istilah tailing erat kaitannya dalam proses pengolahan material tambang, baik bijih seperti emas, tembaga, perak, bauksit maupun mineral lain. Tailing merupakan suatu jenis limbah yang diperoleh dari hasil rangkaian pengolahan bahan galian. Tahapan pengolahan dimulai dari peremukan (crushing), peremukan (grinding), konsentrasi, hingga pemurnian (smelting). Tailing merupakan material sisa dari proses pemisahan mineral-mineral berharga yang bernilai ekonomis, yang akhirnya dipisahkan sebagai limbah, atau bahan buangan yang tidak bernilai pakai.

Pada awalnya, tailing kerap kali dianggap sebagai limbah yang kurang berguna, karena sudah tidak lagi mengandung mineral-mineral berharga, sudah melalui pencampuran berbagai zat kimia, dan mengandung zat-zat berbahaya yang merusak lingkungan. Sehingga keberadaan tailing umunya akan diendapkan begitu saja pada suatu bendungan (Tailing Dam/Tailing Storage Facility) dan dibiarkan.

Akan tetapi seiring dengan kemanjuan teknologi, penelitian mengungkapkan bahwa tailling ternyata masih memiliki karakteristik yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai material berdaya guna.

Seperti apa pemanfaatan tailing?

1Bahan Pembuatan Semen

Perusahaan tambang di Amerika telah memanfaatkan tailing sebagai bahan material konstruksi kelas ringan, yang dikenal saat ini sebagai autoclaved aerated cement (AAC) dengan bahan baku utama silika (SiO2). Material bangunan ringan AAC dengan bahan baku pasir silika dari tailing hasil penambangan bijih porfiri. Kelebihannya yaitu mempunyai sifat sebagai isolator panas yang sangat baik, bahan kedap suara dan memiliki kualitas yang sebanding dengan material bahan bangunan umumya.

2. Bahan Pembuatan Paving Block dan Batako

Material limbah padat hasil pengolahan bijih emas cara amalgamasi berupa tailing dapat digunakan sebagai bahan tambah (admixture) pembuatan paving block. Ketersediaan tailing ini didapat dari darah penambangan di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Tailing hasil pencucian bauksit juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan paving block. Salah satunya telah dimanfaatkan di area pertambangan PT Antam di Pulau Bintan. Material tersebut telah digunakan untuk pembatas jalan, dan tembok pagar masjid yang terletak di komplek perkantoran PT Aneka Tambang.

3. Bahan campuran beton polimer

Salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas di Papua, PT Freeport Indonesia memanfaatkan tailing sebagai bahan campuran pembuatan beton. Penggunaan tailing sebagai bahan dasar pembuatan beton telah dilakukan pada tahun 2001 untuk pembangunan jalan menuju tambang Gresberg. Beton ini disebut dengan istilah Beton Polimer dengan komposisi semen portland 29,4%, polimer 0,6 %, dan tailing 70%. Selain itu, campuran beton ini telah digunakan untuk bahan bangunan untuk pembangunan perumahan karyawan.

4. Bahan Pembuatan Batu Bata dan Keramik

Di beberapa negara seperti China dan Amerika, tailing hasil penambangan alumunium telah dimanfaatkan sebagai batu bata dan keramik. Di Indonesia sendiri, potensi lain pengolahan bahan mineral alam adalah sebagai bahan baku dalam pengembangan industri, terutama zeokeramik (keramik). Potensi bahan mineral itu ditemukan di wilayah PLTU Suralaya dan Majalaya Sukabumi Jawa Barat. Sebagai contohnya adalah limbah hasil penambangan zeolit.

Dari beberapa manfaat tersebut kita sudah mengetahui bagaimana pemanfaatan tailing untuk konstruksi. Tailing yang awalnya hanya sebagai bahan buangan, kini dapat menjadi suatu bahan berdaya guna. Upaya ini pun dilakukan perusahaan pertambangan untuk meminimalkan potensi kerusakan lingkungan akibat tailing, sekaligus optimasi pemanfaatan bahan sisa yang menguntungkan.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !