Detail Berita


Lima Sumber Lithium di Dunia dan Keberadaan Litium di Indonesia


"Lithium Ore"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 10-08-2020

duniatambang.co.id – Lithium merupakan logam alkali berwarna putih keperakan seperti logam alkali lainnya lithium merupakan logam ringan dan unsur yang sangat reaktif dan mudah terbakar (teroksidasi). Umumnya lithium hadir dalam bentuk mineral. Ketika dibelah mineral lithium akan menunjukkan warna kilau logam, namun dikarenakan sifat kereaktifannya yang tinggi, maka akan berubah menjadi warna kusam abu-abu keperakan hingga menjadi noda hitam.

Baca juga: Pabrik Lithium Senilai Rp 44 T Segera Beroperasi

Baru-baru ini, kata “lithium” sering diucapkan dan banyak dikenal oleh orang-orang melalui topik baterai ion lithium (lithium-ion battery). Namun, sebenarnya dari manakah logam lithium ini berasal dan apakah di Indonesia juga terdapat keberadaan litium?

Berikut ini adalah 5 sumber litium di dunia dan 3 keberadaan litium di Indonesia yang sudah ditemukan oleh para Ahli.

Lima Sumber Litium di Dunia

1. Spoudumen

Spoudumen merupakan mineral yang mengandung litium dalam rumus senyawa kimia berupa LiAlSi2O6. Spoudumen memiliki warna mulai dari kuning, hijau, hingga ungu. Saat ini, mineral tersebut sudah berhasil ditemukan di Afghanistan, Australia, Brasil, Madagaskar, Pakistan, dan Amerika Serikat.

2. Lepidolit

Lepidolit merupakan mineral yang mengandung litium dalam rumus senyawa kimia berupa K(Li,Al)3(Si,Al)4O10(F,OH)2. Lepidolit memiliki warna mulai dari merah muda, ungu, merah, abu-abu, kuning, hingga tidak berwarna. Saat ini mineral ini sudah berhasil ditemukan di Brasil, Rusia, Amerika Serikat, Kanada, dan Madagaskar.

3. Zinnwaldit

Zinnwaldit merupakan mineral yang mengandung lithium dalam rumus senyawa kimia berupa KLiFeAl(AlSi3)O10(F,OH)2. Zinnwaldit memiliki warna mulai dari abu-abu-coklat, kuning-coklat, ungu pucat, dan hijau tua. Saat ini mineral ini sudah berhasil ditemukan di perbatasan Jerman-Republik Ceko, Inggris, Madagaskar, Amerika Serikat, dan Jepang.

4. Amblygonit

Amblygonit merupakan mineral yang mengandung litium dalam rumus senyawa kimia berupa (Li,Na)Al(PO4)(F,OH). Amblygonit memiliki warna mulai dari putih, krem, kuning pucat, hijau, biru, abu-abu, coklat, merah muda. Saat ini mineral ini sudah berhasil ditemukan di California, Spanyol, dan Dakota Selatan.

5. Petalit

Petalit merupakan mineral yang mengandung lithium dalam rumus senyawa kimia berupa LiAlSi4O10. Amblygonit memiliki warna mulai dari abu-abu, kuning, merah muda, putih, hingga tidak berwarna. Saat ini mineral ini sudah berhasil ditemukan di Australia, Brasil, Namibia, Kanada, dan Zimbabwe.

Keberadaan Lithium di Indonesia

Berdasarkan informasi dari Badan Geologi, Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa belum menemukan cebakan litium di Indonesia, meskipun hingga saat ini ada indikasi mineralnya berasosiasi dengan dengan batuan granit pegmatit. Selain itu, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) masih terus melakukan kegiatan penelitian dan eksplorasi  untuk bisa menemukan keterdapatan cebakan litium di Indonesia. 

Di sisi lain, hasil penelitian dari S. J. Suprapto dalam makalah ilmiahnya yang berjudul Geokimia Regional Pulau Sumatera Conto Endapan Sungai Aktif Fraksi -80 Mesh menyatakan  “Pengambilan conto endapan sungai aktif fraksi -80 Mesh” menunjukkan kadar Lithium relatif tinggi di daerah Aceh berkisar antara 35-214 ppm. Selain itu, dari Sumarno, Ratnawati, dan A. Nugroho dalam tulisan ilmiah mereka yang berjudul “Recovery Garam Lithium Dari Air Asin (Brine) Dengan Metoda Presipitasi” menunjukkan analisa air asin dari Bledug Kuwu menunjukkan kandungan Lithium sebesar 400 ppm.

 

Penulis : Dartwin

Editor  : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !