Detail Berita


Mengintip Metode Block Caving Tambang Bawah Tanah PT Freeport Indonesia


"Metode block caving PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: ptfi.co.id


Tanggal terbit: 10-08-2020

duniatambang.co.id – PT Freeport Indonesia kali ini mulai mengoperasikan sistem penambangan bawah tanah pada lokasi penambangan mereka tepatnya di wilayah deep ore zone (DOZ), Big Gossan, deep mill level zone (DMLZ), dan Grasberg Block Cave. PT Freeport Indonesia menerapkan metode Block Caving pada sistem penambangan bawah tanahnya dengan target 200 ribu ton (bijih) per hari.

Yuk kita kenali, Apa itu metode penambangan Block Caving?

Metode penambangan bawah tanah Block Caving merupakan cara penambangan bawah tanah dengan efisiensi sumberdaya yang tinggi untuk melakukan penambangan, di mana blok-blok besar bijih di bawah tanah dipotong dari bawah sehingga bijih tersebut runtuh akibat gaya beratnya sendiri. Setelah runtuh, bijih yang dihasilkan ditarik dari drawpoint (titik tarik) dan diangkut menuju alat penghancur.

Pada block cave DOZ, alat LHD (loader) memindahkan lumpur bijih ke dalam ore pass menuju saluran pelongsor. Selanjutnya lumpur bijih pada saluran tersebut mengisi truk-truk angkut AD-55 untuk dipindahkan ke alat penghancur. Dari sana, bijih yang telah dihancurkan dikirim ke pabrik pengolah (mill) melalui ban berjalan (conveyor).

Dilansir dari ptfi.co.id,  pengembangan operasi penambangan bawah tanah deep ore zone block (DOZ) memiliki kapasitas 25.000 ton/hari diselesaikan hingga 18 bulan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Tidak lama setelah produksi DOZ mencapai 25.000 ton/hari, selanjutnya diadakan perluasan menjadi 35.000 ton/hari yang direncanakan segera selesai  sesuai jadwal dan tepat anggaran. Sementara itu, volume penambangan bawah tanah yang direncanakan pada tahun 2020 sebesar 96 ribu ton/hari; tahun 2021 sebesar 160 ribu ton/hari; tahun 2022 sebesar 216 ribu ton/hari; dan tahun 2023 sebesar 217 ribu ton/hari.

Baca juga: Produksi Mulai Bergeliat, Freeport Mulai Tinggalkan Status Kritis Covid19

Sistem penambangan bawah tanah PT Freeport Indonesia yang mulai dioperasikan saat ini juga membutuhkan investasi yang cukup besar. Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menuturkan bahwa  PT Freeport Indonesia akan terus berinvestasi di tambang bawang tanah hingga US$ 15 miliar (Rp 210 triliun di kurs Rp 14.000) sampai 2041, atau rata-rata sekitar US$ 1 miliar per tahun. Nominal investasi tersebut jelas sangat besar sekali untuk pengembangan operasi penambangan di suatu perusahaan.

Dengan adanya pengembangan sistem penambangan bawah tanah yang dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia saat ini diproyeksikan akan mencapai hingga tahun 2050 mendatang.

 

Penulis : Dimas Chaidir Adinugroho

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !