Detail Berita


Kaya Potensi Emas, Pemda Dorong Pertambangan Rakyat di Pegunungan Arfak


"Pegunungan Arfak Papua"
Sumber gambar: liputan6.com


Tanggal terbit: 07-08-2020

duniatambang.co.id - Perusahaan tambang baik skala kecil maupun besar kini mulai melirik wilayah di Pegunungan Arfak, sebagai target eksplorasi mereka. Pegunungan yang berada di Papua Barat tersebut diketahui memiliki kandungan emas dan sejumlah mineral turunan lainnya dengan jumlah yang cukup besar.

Pemerintah setempat pun turut memberikan perhatian dengan adanya informasi tersebut. Pihaknya mendorong sejumlah perusahaan tambang yang nantinya ingin mengelola wilayah tersebut, untuk lebih menekankan pada pertambangan rakyat. Sehingga kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah itu bisa meningkat.

Lebih lanjut, Bupati Arfak Yosias Saroi menjelaskan, jika wilayah yang kini menjadi buruan para pengusaha tambang itu lokasi tepatnya berada tersebar di Menyambouw, Testega, Catubow dan Didohu yang dekat dengan Manokwari.

Hampir di seluruh distrik yang disebutkan itu, memiliki kandungan logam mulia yang cukup melimpah. Pihaknya pun juga berharap pengelolaan bisa dilakukan dengan baik, tidak hanya memberikan nilai ekonomis tetapi juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Untuk melancarkan rencana pertambangan di wilayah tersebut, pemerintah setempat telah membentuk tim khusus. Nantinya tim khusus tersebut memiliki tugas untuk melakukan kajian dan survei secara menyeluruh, agar kedepannya pertambangan tersebut tidak menimbulkan masalah yang serius. Khususnya pada masalah lingkungan.

Adapun pemerintah setempat yang mendorong untuk membangun pertambangan rakyat bukan tanpa alasan. Pertama yang menjadi dasar pemerintah setempat adalah agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya akan potensi sumber daya alam yang ada di wilayah mereka. Kedua, dikarenakan pertambangan rakyat tidak membutuhkan pengurusan izin yang rumit dan prosesnya lebih mudah.

Jika pertambangan di wilayah itu dilakukan oleh perusahaan dengan skala besar, maka perizinan harus melibatkan pemerintah pusat. Di mana masalah regulasi dan birokrasi akan menjadi lebih rumit. Hal itupun akan mengurangi manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat sekitar.

Sebelumnya, wilayah itu dieksploitasi oleh penambang ilegal dan mereka pun telah dibekuk oleh aparat. Hal seperti itulah yang coba dihindari oleh pemerintah setempat dengan lebih memilih pada pembentukan pertambangan rakyat.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !