Detail Berita


Potensi Rare Earth Disorot Pemerintah RI, Ini Alasannya


"Logam Tanah Jarang"
Sumber gambar: dunia.tempo.co


Tanggal terbit: 06-08-2020

duniatambang.co.id – Pemerintah mulai mengembangkan peluang dan inovasi baru di dunia industri. Salah satunya perkembangan industri elektronik, persenjataan, bahkan pembuatan magnet sekalipun. Dengan ini diadakannya pembicaraan terkait logam tanah jarang ke publik setelah adanya pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa Rare Earth merupakan komoditas mineral hasil ekstrak tin atau timah. Komoditas itu kemudian dijadikan bahan untuk pencampuran kebutuhan industri pembuatan magnet, elektronik, hingga persenjataan.

Apa sih Istilah Rare Earth itu?

Istilah Rare Earth atau Logam Tanah Jarang didasarkan pada asumsi yang menyatakan bahwa keberadaan Rare Earth ini tidak banyak dijumpai. Namun pada kenyataannya kelimpahan Rare Earth ini melebihi unsur lain dalam kerak bumi. Keterdapatan Rare Earth umumnya dijumpai dalam sebaran dengan jumlah yang tidak besar dan menyebar secara terbatas. Meskipun demikian unsur-unsur tersebut sangat sukar untuk ditambang karena konsentrasinya tidak cukup tinggi untuk ditambang secara ekonomis. Ketujuhbelas unsur logam ini mempunyai banyak kemiripan sifat dan sering ditemukan bersamasama dalam satu endapan secara geologi.

Sebagian besar jenis litologi yang dijumpai di Indonesia memiliki peluang mengandung Rare Earth, namun belum diketahui sampai sejauh mana besaran kandungannya dan potensi yang dimiliki. Batuan-batuan seperti granit, pegmatit, metamorf, ultrabasa dan aluvial adalah diantara jenis batuan yang mungkin mengandung Rare Earth di Indonesia. Penyebaran formasi batuan yang mengikuti sabuk magmatis di Indonesia menunjukkan adanya keterkaitan jenis batuan dengan jenis endapan mineral logam yang berkaitan.

Pendugaan adanya Rare Earth bersama unsur-unsur jejak lainnya terdeteksi pada batuan-batuan granitik yang terdapat di Sulawesi Selatan, terutama di daerah-daerah Polewali dan Masamba. Studi geokimia terhadap batuan-batuan granitik menduga bahwa batuan-batuan tersebut termasuk ke dalam batuan-batuan granitik “tipe I”.

Konsentrasi total Rare Earth tertinggi mencapai masing-masing 279 dan 400 ppm yang terkandung di dalam mineral-mineral asesori pada granit terutama zirkon, apatit, dan monasit dan memiliki kandungan total LTJ+Y mencapai 305 ppm berasal 20 Potensi Rare Earth di Indonesia dari Granit Polewali dan 428 ppm dari Granit Masamba.

Baca juga: Menelisik Keberadaan Logam Tanah Jarang Menurut Data Badan Geologi

Namun, apakah potensi Rare Earth yang disorot oleh pemerintah menimbulkan adanya ketertarikan perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia?

Potensi Rare Earth memang perlu menjadi sorotan bagi pemerintah untuk melakukan inovasi dan pengembangan bahan-bahan industri manufaktur di Indonesia dengan adanya pemanfaatan Rare Earth ini. Oleh karena itu, akankah pemerintah melanjutkan upaya pemanfaatan potensi Rare Earth di Indonesia dengan membangun industri pertambangan Rare Earth  khusus dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang tertarik dengan potensi Rare Earth di Indonesia?

 

 

Penulis : Dimas Chaidir Adinugroho

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !