Detail Berita


Lima Jenis Smelter di Industri Peleburan Logam Indonesia


"Electric Furnace"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 06-08-2020

duniatambang.co.id Smelter sering dikenal dengan dengan istilah furnace, tanur, atau tungku merupakan alat yang tak asing di pabrik ekstraksi logam yang berbasis pada teknologi pirometalurgi. Smelter dapat didefinisikan sebagai suatu wadah bata tahan api (refraktori) dengan desain tertentu sehingga sejumlah bahan bakar dapat dibakar untuk mencapai temperatur tertentu di dalam smelter.

Baca juga: Tujuh Pabrik Smelter Terbesar di Indonesia

Saat ini, industri-industri ekstraksi logam yang memiliki smelter di Indonesia adalah PT. Krakatau Steel, PT. Krakatau POSCO, PT. Vale, PT. Timah, PT. IMIP, PT. Smelting Gresik, PT. Jatim Taman Steel, PT. Aneka Tambang, dan sebagainya. Jenis-jenis dari smelter pun ada banyak hingga saat ini orang-orang masih terus berinovasi mengembangkan smelter yang lebih efisien.

Jenis-jenis smelter yang paling dikenal dalam dunia pertambangan Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Blast Furnace (Tanur Tiup)

Blast Furnace (Sumber: gettyimages.com)

Blast Furnace (Tanur Tiup) adalah smelter yang umum digunakan pada peleburan besi baja baik di Indonesia, maupun di dunia. Blast Furnace mempunyai desain yang unik yang terdiri dari throat, shaft/stack, belly, bosh, dan heart. Alasan smelter ini diberi nama Blast Furnace dikarenakan proses pembakaran pada smelter ini dihasilkan melalui adanya blast air yang ditiupkan melalui tuyere. Selain itu, Blast Furnace ini juga mempunyai keunggulan berupa kapasitas produksi yang tinggi.

2. Reverberatory Furnace

Reverberatory Furnace (Sumber: gettyimages.com)

Reverberatory Furnace adalah smelter yang dapat digunakan untuk peleburan logam timah, tembaga, dan sebagainya. Reverberatory Furnace merupakan smelter yang dapat mengisolasi bahan bakar padat dari produk logam yang dihasilkannya. Dalam operasinya, reverberatory Furnace menggunakan beberapa regenerators secara bergantian satu sama yang lain sehingga dapat menghasilkan efisiensi panas yang baik melalui checkerwork/refraktori yang menyimpan panas sisa gas buang yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan panas kembali.

3. Electric Furnace

Electric Furnace (Sumber: gettyimages.com)

Electric Furnace adalah smelter yang menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas utamanya. Electric Furnace biasanya digunakan untuk peleburan besi-baja, nikel, dan sebagainya. Electric Furnace dapat dibagi berdasarkan jenis arus listrik yang digunakannya lagi menjadi DC Electric Furnace dan AC Electric Furnace. Electric Furnace di industri ekstraksi logam umumnya ditandai dengan adanya elektroda yang tersusun dari karbon. Electric Furnace mempunyai kecepatan pemanasan yang tinggi, namun kelayakan penggunaan teknologi ini sangat terpengaruhi pada biaya listrik pada negara tertentu.

4. Basic Oxygen Furnace

Basic Oxygen Furnace (Sumber: gettyimages.com)

Basic Oxygen Furnace adalah smelter yang biasanya dikatakan juga sebagai blown converter. Jenis smelter yang ini digunakan dalam industri besi-baja, terutama dalam tahap primary steelmaking. Basic Oxygen Furnace adalah alat yang melakukan proses oksidasi sehingga dapat menghilangkan kandungan pengotor lainnya dengan membentuk senyawa oksida.

5. Rotary Kiln

Rotary Kiln (Sumber: gettyimages.com)

Rotary Kiln adalah smelter yang berbentuk silinder yang memiliki kemiringan tertentu dengan memanfaatkan gaya gravitasi dan gerakan berputar sehingga material yang dimasukkan dari bagian ujung yang lebih tinggi dapat keluar dari bagian ujung yang lebih rendah. Umumnya, smelter ini digunakan sebelum proses peleburan logam yang akan menghasilkan lelehan logam berfungsi untuk mengurangi tenaga panas atau listrik pada tahap selanjutnya. Smelter ini juga sering dijumpai pada industri ekstraksi logam tembaga, nikel, timah, dan sebagainya.

Selain jenis-jenis smelter yang dijelaskan sebelumnya juga terdapat jenis smelter lainnya baik yang jarang digunakan, maupun yang sedang dikembangkan. Kedepannya, smelter di Indonesia berpotensi untuk berubah dari segi teknologi dan bertambah jumlahnya dalam meningkatkan efisiensi atau kapasitas produksi industri-industri ekstraksi logam di Indonesia.

 

Penulis : Dartwin

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !