Detail Berita


Batubara dan Ketahanan Energi Nasional, Sinergi Pemerintah Dan Perusahaan Tambang


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 05-08-2020

duniatambang.co.id - Mulai dari Sabang hingga Merauke, Indonesia terkenal dengan sumber daya alamnya yang sangat melimpah. Tentunya jika dikelola dengan baik, kegiatan pertambangan yang ada bisa memberikan manfaat sangat besar bagi masyarakat dan negara. Sumber daya alam yang paling besar itu salah satunya adalah batubara. Ada banyak manfaat yang bisa didapat dari pengolahan batubara, utamanya sebagai sumber energi. Beberapa di antaranya yakni untuk pembangkit listrik, sampai dengan sumber energi untuk berbagai sektor industri.

Dari data yang sudah dikumpulkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah cadangan batubara yang dimiliki Indonesia mencapai angka 161 miliar ton. Hal ini mengantarkan Indonesia sebagai salah satu penghasil batubara terbesar dunia.

Sementara perdagangan batubara Indonesia, 80 persen dijual untuk pasar luar negeri, sementara 20 persen digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Target ekspor batubara Indonesia pun tersebar hingga penjuru dunia meliputi, Cina, India, Korea, Jepang dan sejumlah negara di Eropa.

Besarnya pasar ekspor batubara Indonesia, tentu menjadi magnet tersendiri bagi banyak investor asing dan menyumbangkan devisa sangat besar bagi negara. Namun sayangnya, industri batubara tanah air hingga saat ini masih mengalami sejumlah tantangan yang belum mendapatkan solusi yang efektif.

Tantangan tersebut mulai dari masalah regulasi hingga masalah operasional produksi. Regulasi yang ada saat ini seperti dua mata pisau. Ada sisi yang menguntungkan, sementara sisi lainnya bisa memberikan masalah baru. Misalnya adalah UU Minerba, yang di satu sisi membuka peluang untuk semakin memperluas perusahaan.

Sementara di sisi lain aturan seperti aturan DMO yang mewajibkan perusahaan tambang memenuhi kebutuhan pasar domestik dan juga penyediaan dana ketahanan cadangan. Hal ini masih ditambah oleh masalah minimnya infrastruktur pendukung operasional pertambangan.

Oleh karenanya, pemerintah pusat harus bisa benar-benar merangkul perusahaan tambang yang ada di Indonesia, khususnya skala kecil sehingga bisa menciptakan sinergi yang harmonis demi ketahanan energi nasional yang solid.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !