Detail Berita


Ternyata Tidak Semua Endapan Batubara Layak Ditambang!


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 05-08-2020

duniatambang.co.id - Keterdapatan endapan lapisan batubara di suatu lapangan ternyata belum tentu layak untuk ditambang. Hal yang mempengaruhi endapan batubara layak ditambang adalah kualitas dari batubara tersebut.

Secara sederhana, kualitas batubara dapat diartikan sebagai kandungan senyawa kimia dan komponen fisik yang ada pada batubara dan hal tersebut dapat memengaruhi potensi penggunaannya.  Lalu apa saja parameter yang mempengaruhi kualitas batubara?

Simak ulasannya berikut ini!

Sesuai dengan definisinya, parameter kualitas batubara diukur berdasarkan kandungan kimia dan sifat fisiknya. Kali akan dibahas bagaimana pengaruh kimiawi pada kualitas batubara. Secara sederhana, beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas batubara dari sisi kimiawinya adalah ash, moisture, volatile matter, fixed carbon, dan sulfur.

Ash atau abu merupakan residu atau sisa-sisa proses pembakaran batubara. Faktanya, batubara sebenarnya tidak memiliki akndungan abu. Hanya saja, proses pembakaran kandungan mineral pada batubaralah yang akhirnya menyebabkan adanya kandungan abu pada batuabara. Semakin tinggi kadar abu pada suatu jenis batubara yang sama, maka kualitas batubara tersebut semakin rendah.

Moisture bukanlah kandungan seluruh air yang terdapat di dalam pori-pori batubara, namun ialah kandungan air yang menguap dari batubara apabila batubar dipanaskan hingga temperatur di atas 100?. Semakin tinggi kandungan moisture pada batubara, maka kualitas batubara akan semakin rendah.

Volatile matter menunjukkan bahwa komponen pada lapisan batubara terbentuk pada temperatur yang tinggi. Material ini umumnya berasal dari komponen organik pembentuk batubara atau juga bisa berasal dari kandungan mineral pada batuan yang sudah ada sebelumnya. Semakin rendah nilai volatile matter pada suatu batubara, maka kualitas batubara tersebut semakin baik.

Kandungan sulfur pada batubara juga dapat mempengaruhi tingkat kualitas endapan batubara. Sulfur sendiri sangat tidak diinginkan kehadirannya dalam endapan batubara dikarenakan dapat mempengaruhi sifat-sifat pembakaran yang dapat menyebabkan slagging maupun mempengaruhi kualitas produk dari besi baja.

Fixed carbon menyatakan banyaknya kandungan karbon yang tedapat dalam material sisa setelah volatile matter dihilangkan. Nilai fixed carbon sangat mempengaruhi kualitas suatu batuara karena semakin tinggi nilai fixed carbon, maka kualitas batubara semakin meningkat.

Semua parameter ini nantinya akan dipadukan untuk melakukan beberapa teknik analisis penentuan kualitas batubara. Dalam beberapa kasus, tidak semua parameter ini dimasukkan ke dalam analisis penentuan kualitas batubara. Namun, tetap saja, kegiatan analisis kualitas batubara sangat penting dilakukan untuk mengevaluasi apakah suatu lapangan dengan keterdapatan deposit batubara ini layak untuk dikembangkan dan akan menguntukan dari sisi ekonomi atau tidak.

 

Penulis : William Jhanesta

Editor  : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !