Detail Berita


Bahaya Kelelahan dan Kualitas Tidur Buruk Bagi Pekerja Tambang


"Ilustrasi Pekerja Mengantuk dan Kelelahan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 04-08-2020

duniatambang.co.id - Kelelahan dan mengantuk bisa menimbulkan risiko sangat besar bagi para pekerja di industri pertambangan. Entah itu saat mengoperasikan mesin, membuat keputusan, serta menjaga kesehatan mental, kualitas dan jam tidur pekerja menjadi faktor utama yang sangat mempengaruhi keselamatan kerja.

Namun adanya sejumlah riset dan penelitian mengenai permasalahan kualitas tidur dan kelelahan, ditemukan pula sejumlah alat dan metode untuk mengatasi masalah itu. Pada artikel ini akan dibahas sejumlah faktor saat kegiatan operasional pertambangan yang bisa berujung pada masalah kualitas tidur dan kelelahan, serta solusi tepat untuk mengatasinya.

Uniknya Risiko Kesehatan di Pertambangan

Dibanding sektor industri lainnya, kegiatan pertambangan memiliki risiko kesehatan yang cukup unik yang bisa mempengaruhi kelelahan dan kualitas tidur para pekerjanya. Jadwal dan fasilitas untuk istirahat yang didapat pekerja, memberikan pengaruh sangat besar bagaimana seseorang bisa beristirahat secara maksimal. Artinya, kondisi pekerja tidak hanya bergantung berapa lama waktu mereka untuk istirahat, namun juga bergantung pada kondisi serta kapan waktu mereka beristirahat.

Karena kegiatan pertambangan biasanya dilakukan secara berkelanjutan dan membutuhkan waktu yang lama, pekerja diharuskan untuk tetap terjaga. Akibatnya jadwal pekerja untuk tidur menjadi tidak teratur, ditambah lagi kondisi lingkungan di areal tambang memperparah hal itu. Terlebih mereka yang bekerja di tambang bawah tanah. Kurangnya sinar matahari dan kondisi yang gelap, secara alami seperti menjadi alarm bagi otak untuk berpikir bahwa kondisi gelap adalah waktunya untuk tidur.

Dampak Bagi Pekerja

Buruknya kualitas tidur dan kelelahan bisa memberikan dampak yang berbeda bagi setiap pekerja. Kelelahan yang sangat berat, memiliki efek yang hampir sama dengan efek mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak. Daya respon, kecepatan, akurasi, tingkat cedera hingga pembuatan keputusan sangat dipengaruhi oleh faktor kelelahan.

Pekerja yang kelelahan memiliki risiko kecelakaan yang jauh lebih besar akibat dari perilaku pekerja itu sendiri, daripada pekerja yang dalam kondisi prima. Sayangnya perusahaan tambang kebanyakan terikat oleh kepentingan bisnis sehingga mau tidak mau harus mengabaikan manajemen risiko, khususnya masalah kelelahan dan kualitas tidur.

Namun bagi perusahaan tambang yang profesional, sudah selayaknya menyediakan fasilitas yang tak hanya yang mendukung kegiatan istirahat, tetapi juga menyediakan fasilitas hiburan sebagai sarana pekerja mendapatkan hiburan, agar pikiran tidak mudah mengalami stres.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !