Detail Berita


Ulasan Proses Keterbentukan Batubara


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 30-07-2020

duniatambang.co.id – Batubara menjadi suatu komoditas primadona yang cukup laris pada industri pertambangan. Salah satu penyebabnya yakni melimpahnya sumberdaya batubara di Indonesia. Berdasarkan data menurut Badan Geologi, Kementrian ESDM, Sumberdaya Batubara Indonesia adalah sebesar 151 miliar ton. Sedangkan Cadangan Batubara sebesar 39 miliar ton. Sumberdaya batubara Indonesia tersebar paling banyak di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Berbicara tentang batubara, pernahkah sekilas terbayangkan tentang proses keterbentukannya? Bagaimanakah proses batubara terbentuk yang awalnya dari endapan fosil tumbuhan menjadi sebuah lapisan sedimen tebal berwarna hitam, yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik?

Apa itu Batubara?

Menurut lnternational HandBook of Coal Petrography (1963), “Batubara adalah batuan sedimen yang mudah terbakar, terbentuk dari sisa-sisa tanaman dalam variasi tingkat pengawetan, diikat oleh proses kompaksi dan terkubur dalam cekungan-cekungan pada kedalaman yang bervariasi, dari dangkal sampai dalam.”

Batubara diklasifikasikan sebagai batuan sedimen yang berasal dari material organik sehingga dikelompokkan sebagai organoclastic sedimentary rock. Karakteristik utama batubara yakni dapat dibakar dan memiliki kandungan utama berupa karbon, hidrogen, dan oksigen (C, H, O).

Proses Keterbentukan Batubara

Pembentukan batubara secara umum terdiri atas dua proses utama, yakni Penggambutan (peatification) dan Pembatubaraan (coalification).

Penggambutan atau disebut Tahap Biokimia, merupakan tahap pembentukan “source bed” dari tumbuhan yang tumbang pada kondisi anaerobic sehingga tidak hancur terlapukkan tetapi menjadi humates, yang selanjutnya menjadi peat atau gambut.

Pada awalnya tumbuhan-tumbuhan yang telah mati akan terendapkan dan terakumulasi pada dasar-dasar rawa. Kemudian setelah itu terjadi proses perselingan antara sedimentasi batuan di dasar rawa, dan juga penimbunan kembali tumbuhan-tumbuhan, dan terjadi seterusnya. Selama proses ini terjadi, cekungan akan mengalami penurunan dasar, yang erat disebut kesetimbangan biotektonik. Adanya perselingan pengendapan tersebut nantinya akan menghasilkan lapisan-lapisan (seam) batubara. Proses ini juga diiringi dengan proses penguraian anaerob oleh mikroba.

Pembatubaraan atau disebut Tahap Termodinamika, merupakan tahap pembentukan batubara dengan pengaruh tekanan (pressure) dan temperatur yang akan mengubah gambut menjadi lignite, subbituminous, bituminous, dan antrasit.

Gambut yang sudah tertimbun akan mengalami peningkatan tekanan dari lapisan di atasnya, dan seiring itu juga, temperatur akan meningkat. Hal tersebut akan menghasilkan proses reduksi hidrogen, oksigen, dan air. Selain itu, akan terjadi peningkatan kadar C atau karbon dan Calorific Value atau nilai Kalori, parameter inilah yang digunakan dalam penentuan rank atau peringkat kualitas batubara, disamping parameter lain seperti Total Sulfur, Total Moisture, Volatile Matter. Proses ini akan memakan waktu jutaan tahun. Secara fisik, warna dari batubara tersebut akan terubahkan dari yang awalnya kecoklatan menjadi hitam pekat. Setelah mengalami proses pembatubaraan, batubara akan terbentuk dalam kelas lignite, subbituminous, bituminous, dan antrasit, yakni rank tertinggi kuualias batubara.

Menurut lokasi keterbentukannya, batubara terbagi atas 2 teori, yakni

1. Autotochthonous theory, yakni keterbentukan batubara yang terjadi di lokasi asal tumbuhan.

2. Allochthonous theory, yakni keterbentukan batubara yang bukan daerah asal, berasal dari sisa tumbuhan yang mengalami transportasi dan terakumulasi di lingkungan air seperti rawa, danau, muara atau laut.

Adapun lokasi-lokasi pembentukan batubara di Indonesia terdapat pada: Cekungan Sumatera Selatan, Cekungan Kutai, Cekungan Barito, Cekungan Malawi, dan lain-lain.

 

 

Penulis : Charles Candra Pratama (Mahasiswa Institut Teknologi Bandung)
Editor   : Ocky PR.
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !