Detail Berita


Mengenal Jenis dan Proses Pengolahan Limbah Tambang


"Limbah Tambang"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 29-07-2020

duniatambang.co.id - Operasional tambang tidak hanya menghasilkan material tambang yang berharga, tetapi juga menghasilkan limbah yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Pengolahan limbah tambang yang buruk, bisa berujung pada polusi tanah, udara dan air di sekitar area tambang.

Setiap jenis material tambang yang digali menghasilkan limbah yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan cara pengolahan yang berbeda pula.

Limbah Batuan Tambang

Overburden

Limbah dalam bentuk overburden ini meliputi hasil pengerukan tanah atau batuan untuk mengambil deposit mineral yang diinginkan. Biasanya, setiap satu ton bijih tambang bisa menghasilkan 5 ton limbah overburden.

Limbah overburden yang sudah tidak dibutuhkan lagi ini, tidak memerlukan proses kimia lebih lanjut. Oleh karena itu, perusahaan tambang bisa mengumpulkan overburden ini di tempat khusus sehingga tidak mengganggu proses penambangan.

Gangue

Gangue merupakan limbah berbentuk batuan yang masih memiliki kandungan material tambang berharga. Gangue ini memerlukan proses lebih lanjut hingga beberapa kali agar kandungan mineral berharganya bisa benar-benar terpisah.

Tailing

Limbah tailing merupakan limbah yang dihasilkan dari proses pemisahan mineral berharga dengan mineral pengotor melalui penggunaan bahan kimia. Limbah tailing sangat berbahaya bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan pengelolaan secara khusus. Biasanya perusahaan akan membuat sebuah bendungan, untuk menampung limbah tailing sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar tambang.

Limbah Cair

Air

Merupakan hasil dari berbagai proses pengolahan mineral dengan beragam tingkat kontaminasi kimia. Air yang digunakan dalam proses ini, nantinya akan berubah menjadi cairan asam beracun dan bisa mencemari sumber air hingga sungai yang ada di sekitar areal tambang.

Perusahaan tambang harus benar-benar teliti dalam mengawasi penggunaan air untuk proses pengolahan mineral. Hal ini untuk menekan limbah yang dihasilkan, dan juga memastikan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sludge

Sejenis dengan air limbah, sludge merupakan sampah dari hasil pengolahan mineral tambang. Yang membedakan sludge dengan air limbah adalah, sludge ini lebih berbentuk mirip lumpur karena mengandung bahan kimia solid.

Nilai ekonomi sludge sangat rendah. Jika sludge ini terkontaminasi material berbahaya atau senyawa radioaktif, maka sludge bisa masuk dalam kategori limbah berbahaya. Tentu dibutuhkan pengelolaan dan metode khusus dalam pengolahan limbah sludge berbahaya ini.

Manajemen Pengelolaan Limbah

Pemerintah dan lembaga publik menaruh perhatian dan pengawasan cukup besar pada proses pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh aktivitas pertambangan. Oleh karena itu, perusahaan tambang dituntut untuk bisa menerapkan teknologi terbaru dan mutakhir agar proses pengolahan limbah bisa dilakukan secara efektif dan efisien serta tidak berdampak buruk pada lingkungan.

Pembuangan

Penggilingan dan penambahan air dengan bahan kimia tertentu, merupakan proses pengolahan yang jamak dilakukan oleh perusahaan tambang saat ini. Metode yang digunakan dalam manajemen limbah jenis ini adalah dengan melakukan pemurnian kembali air yang digunakan. Sehingga air untuk mengolah mineral tetap berada di areal tambang, dan digunakan kembali secara berulang. 

Gangue dan limbah batuan biasanya dibuang di tempat khusus yang sudah disediakan oleh perusahaan tambang. Nantinya limbah ini akan dikubur kembali di tempat khusus itu, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar tambang.

Limbah tailing biasanya ditempatkan di sebuah kolam khusus, atau disimpan di bawah tanah untuk diproses di kemudian hari. Ketika sudah dianggap tidak mengandung bahan berbahaya, limbah ini biasanya dibuang ke laut. Tentu dengan metode khusus yang tidak melanggar aturan yang ada.

Pengelolaan Overburden

Berbeda dengan limbah jenis lainnya, limbah overburden mungkin yang paling mudah untuk dikelola. Salah satu cara paling umum dalam mengelola limbah overburden ini yakni dengan menimbunnya kembali ke area yang digali sebelumnya.

Kemudian biasanya lahan yang sudah ditimbun ini, bisa digunakan untuk reklamasi ekosistem tumbuh-tumbuhan yang ada sebelumnya. Nantinya dengan adanya proses reklamasi, kadar kelembaban dan unsur hara bisa kembali muncul, sehingga lahan tersebut bisa digunakan untuk perkebunan atau pertanian.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !