Detail Berita


Gabungan Dua Metode Mutakhir Tingkatkan Kinerja Mesin Crusher


"Mesin crusher di penambangan quarry"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 28-07-2020

duniatambang.co.id - Dalam kegiatan pengolahan hasil tambang menggunakan crusher, rata-rata membutuhkan waktu antara 10-20 jam. Para ahli kini telah menemukan sebuah metode yang diklaim mampu meningkatkan daya tahan dan kemampuan crusher yang digunakan. Ada sejumlah program pengoptimalan yang bisa mengurangi secara drastis masalah downtime dari yang kerap dialami saat menggunakan crusher.

Salah satu metode yang digunakan adalah Shutdown Optimization Program (program optimasi waktu penonaktifan), sebuah metode unik dari penggabungan rekayasa metode keandalan teknis, optimasi waktu dan pergerakan. Beberapa orang menyebut metode ini dengan sebutan Single Minute Exchange of Dies (SMED). Secara garis besar, yang dilakukan adalah dengan melakukan pergantian suku cadang seefisien dan seaman mungkin.

Metode lain untuk meningkatkan uptime dari sebuah mesin crusher adalah dengan menggunakan metode Chamber Optimization Program. Metode ini berfokus pada pengoptimalan penggunaan suku cadang mesin crusher berdasarkan jenis material tambang, serta penggunaan software simulasi.

Penerapan kedua metode di atas secara tepat, bisa memaksimalkan penggunaan peralatan dan produksi. Yang pada akhirnya tentu akan meningkatkan keuntungan karena menekan biaya dan usaha yang dibutuhkan selama proses pengolahan.

Lebih lanjut beberapa hal yang dilakukan saat menerapkan metode Chamber Optimization Program adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Melakukan desain ulang bagian crusher sesederhana mungkin, sehingga proses pergantian suku cadang saat shutdown dilakukan, bisa lebih cepat
  • Memperpanjang masa pakai suku cadang, sehingga pergantian suku cadang tidak sering dilakukan
  • Menggunakan desain yang memungkinkan untuk menghilangkan lonjakan daya, yang bisa memicu terjadinya shutdown
  • Menggunakan suku cadang yang sesuai, sehingga proses pergantian bisa dilakukan dalam sekali mematikan crusher

Seperti halnya Chamber Optimization, metode Shutdown Optimization juga merupakan sebuah program pengembangan jangka panjang dengan memberlakukan beberapa kali penonaktifan crusher. Kedua metode sama-sama diawali dengan proses pemantauan dan analisa pada cekungan dan mantel pada crusher kemudian dilanjutkan dengan peningkatan faktor-faktor pendukung seperti penyediaan perlengkapan, pelatihan SDM hingga masalah keamanan.

SMED sendiri merupakan metode yang diciptakan oleh pabrikan Toyota, yang melakukan analisa kinerja dengan menggunakan video time-lapse untuk mengidentifikasi delay yang terjadi. Dengan memanfaatkan sejumlah kamera pemantau dari berbagai sudut pandang berbeda, maka bisa diperoleh berbagai perspektif daripada hanya bergantung pada satu penilaian saja.

Setiap kamera merekam beragam sudut pandang berbeda saat mesin crusher bekerja. Kemudian rekaman itu didokumentasikan dari awal hingga akhir proses. Hasil rekaman kemudian dilakukan analisa, dan biasanya membutuhkan waktu hingga 2 minggu.

Hasil laporan berguna untuk mengetahui performa mesin crusher, sehingga mampu memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja serta menentukan hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki saat mesin dinonaktifkan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !