Detail Berita


Kendaraan Listrik Dorong Peningkatan Kebutuhan Mineral Tambang


"Ilustrasi Mobil Listrik"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 27-07-2020

duniatambang.co.id - Keberadaan kendaraan listrik saat ini sudah semakin jamak ditemukan di jalan-jalan raya. Dalam beberapa tahun ke depan, sudah bisa dipastikan bahwa mayoritas kendaraan yang melintas di jalan akan didominasi oleh kendaraan listrik. Kecuali, jika para pabrikan kendaraan listrik itu tidak mendapatkan suplai sumber daya alam hasil tambang, sebagai bahan pembuatan.

Permintaan kendaraan listrik dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan yang cukup tajam secara global. Sehingga permintaan akan sejumlah hasil tambang sebagai bahan dasar utama pembuatan baterai kendaraan listrik juga turut meningkat. Sejumlah analisa melaporkan bahwa permintaan akan kobalt akan meningkat hingga 30 kali lipat pada tahun 2030 mendatang.

Sebagai informasi, teknologi kendaraan listrik saat ini membutuhkan setidaknya 15 kilogram kobalt. Sementara peralatan elektronik seperti ponsel dan laptop masing-masing membutuhkan setidaknya 6 gram dan 33 gram kobalt untuk setiap unitnya.

Mineral lain seperti lithium, besi dan molybdenum juga merupakan bahan yang sangat penting dalam pembuatan kendaraan listrik. Litium digunakan sebagai bahan pembuat baterai yang bisa diisi ulang, untuk menghidupkan barang-barang elektronik dan kendaraan hybrid. Kemudian ada besi yang dibutuhkan sebagai bahan pembuatan bodi kendaraan listrik, karena kekuatannya. Sementara molybdenum diperlukan untuk bahan pembuat airbag.

Permintaan hasil tambang di atas di pasar global akan mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat hingga tahun 2021 nanti. Dan hal inilah yang sedang dikejar oleh pemerintah Indonesia, dengan membangun pabrik baterai kendaraan listrik di sejumlah daerah.

Namun sudah menjadi rahasia umum jika masalah regulasi bisa menjadi penghambat utama untuk memenuhi target tersebut. Bisa butuh beberapa tahun hingga masalah perizinan dan birokrasi dapat dipenuhi, akan tetapi peningkatan permintaan barang-barang tambang tersebut tidak akan melambat. Jika tidak benar-benar mendapat perhatian maksimal, maka Indonesia bisa tertinggal dengan negara lainnya dan membuang peluang yang sudah nampak di depan mata.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !