image
Dunia Tambang / 17 June 2019 / 0 Komentar

Tambang Raksasa Carmichael di Australia milik Adani Group Segera Beroperasi

duniatambang.co.id - Bersaing dengan Indonesia, Australia menjadi produsen batubara terbesar di dunia. Batubara dari Australia diekspor ke Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, dan India. Fitzgibbon dalam www.abc.net.au pada Kamis (13/06/9) mengatakan bahwa tambang batubara baru yang diklaim sebagai tambang batubara raksasa di dunia telah disetujui oleh Pemerintah Queensland pada 13 Juni 2019. Tambang Raksasa yang dikenal dengan proyek Carmichael ini milik Adani Group, perusahaan asal India, akan beroperasi  di wilayah Queensland, Australia.

Adani Group telah mengajukan izin tambang batabara Carmicael ini sejak 10 tahun lalu. Karena proses yang panjang, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan izin operasi tambang tersebut. Yang menghambat proses perizinan tambang Carmichael ini adalah memperoleh izin dari pihak lingkungan karena ditakutkan akan merugikan ekosistem di Great Barrier Reef yang merupakan kawasan karang besar di Queensland. Apalagi, Australia dikenal dengan keindahan pantainya. Sebelumnya, tambang raksasa ini telah banyak menuai kontroversi dan penentangan dari berbagai pihak.

Pihak Adani menyatakan dengan beroperasinya tambang Carmichael ini pada awalnya diperkirakan akan menyerap sebanyak 10000 tenaga kerja menjadi 1.500 hingga 6.750 tenaga kerja dikarenakan skala tambang yang diperkecil. Umur tambang tambang Carmichael diperkirakan sepanjang 60 tahun (direvisi dari 90 tahun) dengan luas 28 ribu hektar diharapkan dapat menyumbang lebih dari 450 triliun rupiah untuk memperkuat ekonomi Australia.

Pihak Adani dapat memulai melakukan pembangunan setelah menunggu persetujuan tambahan sebelum memulai aktivitas penambangan batubara. Adani telah menanam modal sebesar US$3,3 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalur kereta api, dan proyek pelabuhan guna mempermudah akses ekspor nantinya. Setelah tambang Charmicael beroperasi, ekspor batubara Australia akan meningkat hingga dua kali lipat.

Dibaliknya beroperasinya tambang raksasa Carmichael ini dapat menjadi ancaman global karena dikhawatirkan akan terjadi kelebihan pasokan batubara. Mengingat China akan membatasi impor batubara untuk mendukung produksi di dalam negeri. Menurunnya demand terhadap batubara ini diprediksikan harga batubara akan mengalami penurunan.

Untuk memenuhi janji menjaga kelestarian lingkungan hidup, Adani berkomitmen untuk melakukan pengelolaan air tanah selama dan setelah proses penambangan batubara Carmichael.

(MS)

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar