Detail Berita


Ini Stimulus Perbaikan Harga Batubara Global


"Penambangan batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 24-07-2020

duniatambang.co.id - Harga komoditas batubara diprediksi akan segera membaik dalam waktu dekat. Sejumlah faktor yang mempercepat kondisi perbaikan harga batubara itupun juga sudah mulai terlihat. Mulai dari aktivitas perekonomian di sejumlah negara yang sudah mulai pulih hingga disahkannya revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba), yang tentunya sangat menentukan pergerakan harga batubara ke depannya.

Di Cina misalnya, terjadi penguatan harga batubara dalam beberapa hari terakhir yang mendapatkan dorongan dari permintaan domestik yang mulai meningkat. Adanya aturan pembatasan impor batubara dari luar negeri, penutupan tambang-tambang skala kecil, dan meningkatnya permintaan listrik membuat kurva harga batubara berbentuk V. Hal ini mengindikasikan bahwa sedang terjadi perbaikan.

Terjadinya wabah pandemi membuat permintaan akan pasokan batubara menjadi menurun, dengan cukup drastis yang pada akhirnya membuat harga batubara mengalami tekanan hingga berlarut-larut selama beberapa bulan belakangan. Untuk mengantisipasi kerugian akibat hal ini, sejumlah perusahaan batubara pun diprediksi akan melakukan penurunan produksi sekitar 20 persen dari yang ditargetkan pemerintah.

Hal lebih buruk terjadi di Australia, di mana produksi batubara dianggap tidak memberikan keuntungan. Sebabnya, biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan jauh lebih besar dari harga jual acuan. Sementara aturan pembatasan impor yang dilakukan Cina sendiri baru akan dicabut setidaknya pada akhir tahun 2020, ketika mayoritas perusahaan mereka produksi dan pasokan kembali stabil.

Faktor penunjang lainnya datang dari pemerintah melalui aturan perundang-undangan yang akhirnya menyetujui revisi pada UU Minerba tahun 2009. Dalam jangka panjang, aturan tersebut akan kembali meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sebab industri pertambangan hilir dalam negeri akan mendapatkan angin segar.

Cina selaku pemain terbesar dalam komoditas batubara, diprediksi bakal mempertahankan harga batubara global dalam angka yang wajar. Pasalnya kondisi keuangan perusahaan batubara di Cina masih dalam kondisi utang, namun perusahaan batubara mayoritas di Asia berada dalam kondisi yang masih sehat.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !