Detail Berita


Kegiatan Eksplorasi Mineral dari Rumah, Emang Bisa?


"Ilustrasi Work From Home"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 23-07-2020

duniatambang.co.id - Pandemi covid-19 menghantam perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Fenomena ini sangat berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, tak terkecuali di ranah eksplorasi mineral. Beberapa perusahaan akhirnya menunda kegiatan eksplorasi yang sudah terjadwal dan dampaknya membuat kegiatan produksi di sektor hilir menjadi lamban. Selain itu, tidak sedikit pula para pekerja diminta melakukan work from home. Namun, apakah bisa kegiatan eksplorasi mineral dilakukan di rumah saja?

Penginderaan jauh adalah jawabannya. Menurut Sutanto (1992), penginderaan jauh adalah serangkaian komponen yang digunakan untuk perolehan, pengolahan, dan penggunaan data citra satelit yang meliputi sumber energi, atmosfer, dan interaksi antara energi. Pemanfaatan teknologi citra satelit saat ini banyak dimanfaatkan sebagai salah satu kegiatan desktop survey, dalam bidang kehutanan, pertanian, kelautan, dan masih banyak lagi. Salah satu pemanfaatan yang masih minim untuk dikembangkan adalah untuk survei pemeetaan potensi mineral logam maupun non-logam.

Penggunaan teknologi penginderaan jauh dalam eksplorasi mineral mampu mencakup wilayah yang luas, mampu membedakan obyek di permukaan bumi atau kita kenal dengan sebutan resolusi spektral, dan memiliki kemampuan untuk melakukan perekaman ulang pada daerah yang sama dalam waktu yang relatif singkat. Terlebih lagi, dalam pengambilan dan pengolahan data dapat dilakukan di rumah saja, sesuai dengan kondisi yang kita alami saat ini.Beberapa citra satelit yang dapat digunakan untuk pemetaan potensi mineral antara lain, Landsat8 dan DEM.

Citra Landsat8 dapat digunakan untuk mengidentifikasi mineral hidrotermal karena keberadaan saluran infra merah yang menunjukkan karakteristik spektral dari mineral hdirotermal.Selain itu, Landsat8 juga mampu mengidentifikasi zona alterasi mineral lempung dan iron oxide (Fraser dan Green, 1987). Data DEM dapat membantu kita dalam menentukan arah kelurusan dominan sesuai dengan bentuk topografi dari area penelitian. Bentuk topografi yang menjadi fokus adalah punggungan dan lembahan, dikarenakan bentuk topografi ini terbentuk karena adanya kontrol dari struktur geologi. Hal ini nantinya akan berasosiasi dengan adanya potensi deposit mineral karena mineral akan terendapkan pada zona yang memiliki tingkat permeabilitas tinggi. Penentuan kualitatif zona permeabilitas tinggi inilah yang kita cari dari data DEM.

Penggunaan metode penginderaan jauh dapat diaplikasikan sebagai desktop survey untuk kegiatan awal dalam survei tinjau dan cocok dilakukan pada saat pandemi seperti sekarang ini. Walaupun metode ini terbilang memiliki tingkat ketidakpastian yang relatif tinggi, tetapi tetap dapat menjadi acuan bagi para eksplorasionis untuk terjun ke lapangan ketika pandemi COVID-19 ini selesai.

 

Penulis : William Jhanesta (Mahasiswa Universitas Indonesia)

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !