Detail Berita


Menelisik Keberadaan Logam Tanah Jarang Menurut Data Badan Geologi


"Beberapa Logam Tanah Jarang"
Sumber gambar: dunia.tempo.co


Tanggal terbit: 23-07-2020

duniatambang.co.id - Keberadaan Logam Tanah Jarang belakangan mendapatkan sorotan cukup tajam dari sejumlah pelaku industri pertambangan tanah air. Hal ini semakin menguat, setelah pemerintah mengumumkan sejumlah manfaat yang bisa didapat dari penambangan dan manfaat Logam Tanah Jarang untuk sejumlah sektor. Logam Tanah Jarang disebut bisa dijadikan komoditas yang sangat strategis untuk pengembangan industri modern dan mutakhir, hingga industri pertahanan atau militer.

Pihak Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa kegiatan penelitian akan keberadaan Logam Tanah Jarang gencar dilakukan sejak lima tahun terakhir ini. Penelitian itu meliputi pemetaan sebaran Logam Tanah Jarang serta penghitungan besaran potensi dari keberadaan material tersebut.

Selama ini pihak Badan Geologi Kementerian ESDM rutin melakukan pengkajian atau prospeksi untuk menemukan indikasi sumber daya hipotesis Logam Tanah Jarang. Dalam hal ini pihaknya sejauh ini sudah melakukan kegiatan eksplorasi di 20 wilayah yang tersebar di Indonesia. Hasilnya, untuk hitungan per tahun 2019, sumber daya hipotesis di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi sudah bisa dipetakan.

Diketahui untuk wilayah Pulau Sumatera sumber daya hipotetik mencapai 23 juta ton untuk tipe endapan Logam Tanah Jarang Laterit dan 5 juta ton tipe tailings. Sementara untuk wilayah Kalimantan, sumber daya hipotetik tipe tailings diketahui sebesar 7 juta ton lalu di wilayah Sulawesi sebesar 1,5 juta ton untuk tipe Laterit.

Dari besaran jumlah tersebut, semuanya masih dalam bentuk hipotetik dan tereka. Oleh karena itu dibutuhkan eksplorasi lebih lanjut nantinya. Agar bisa berjalan lancar, pihaknya berharap akan adanya kerangka regulasi mulai dari Kementerian ESDM sampai di pengolahan hilir. Untuk saat ini proses yang ada masih mengikuti IUP komoditas mineral induk.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !