Detail Berita


Mengenal Metode Underground Hard Rock Mining


"Penambangan bawah tanah"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 22-07-2020

duniatambang.co.id - Kebanyakan cadangan bahan tambang berada jauh di bawah permukaan Bumi. Oleh karena itu, diperlukan teknik penambangan bawah tanah untuk mengeluarkan atau melakukan ekstraksi dari bahan-bahan tambang tersebut. Penambangan bawah tanah, kerap dilakukan pada komoditas tambang batubara dan emas.

Hingga saat ini, komoditas emas memikat perhatian banyak pihak, karena keberadaanya yang terus dicari. Tak heran jika banyak perusahaan pertambangan yang berburu hasil tambang emas hingga ke dalam perut bumi, apalagi di Indonesia jumlah cadangannya diketahui sangat banyak.

Salah satu metode penambangan bawah tanah yang dilakukan oleh banyak perusahaan tambang adalah metode Underground Hard Rock Mining. Lebih lanjut, cara yang dilakukan dalam metode ini adalah dengan membuat terowongan hingga membentuk jaringan yang sangat besar di bawah permukaan tanah dengan poros yang memanjang. Biasanya metode underground hard rock mining ini dipakai di areal tambang yang berada di dataran tinggi atau pegunungan.

Selanjutnya peralatan yang digunakan adalah dengan menggunakan bor mekanik serta didukung peralatan pemecah batu dalam jumlah besar, yang mampu menghancurkan batu berukuran besar yang ada di bawah tanah, yang di dalamnya terdapat kandungan emas yang menjadi target perburuan.

Setelah batuan besar dihancurkan, maka dilakukan proses pemilahan untuk mengambil kandungan emas yang kemudian diolah lagi untuk dijadikan produk yang siap dijual ke konsumen. Sebenarnya metode underground hard rock mining tidak jauh berbeda dengan metode ekstraksi hasil tambang lainnya. Namun, teknik ini lebih ditujukan untuk ekstraksi hasil tambang yang terletak di dalam batu yang berukuran raksasa.

Dibutuhkan pengukuran yang akurat dan penuh ketelitian dalam membuat terowongan berukuran besar di bawah tanah. Terkadang karena jaraknya yang sangat jauh dalam di perut bumi, biasanya terowongan-terowongan itu dihubungkan dengan terowongan lain yang dijadikan fasilitas pendukung pertambangan.

Karena jauh di dalam tanah, suhu yang ada di terowongan itu pun tidak stabil. Terkadang bisa terasa sangat panas, dan menjadi resiko serta tantangan paling berat bagi para pekerja yang bertugas di terowongan itu.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !