image

"Batu Gamping"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 21 July 2020 / 0 Komentar

Semen Indonesia Reklamasi 

Inovasi Semen Indonesia Reklamasi Lahan Pascatambang

duniatambang.co.id - PT Semen Indonesia (SIG) berkomitmen melestarikan lingkungan seiring dengan berjalannya operasional tambang. SIG menerapkan teknik reklamasi dengan sistem dan penggunaan teknologi baru di lahan pascatambang yang ada di Tuban, Jawa Timur. Teknik reklamasi yang digunakan untuk menjaga kelestarian lingkungan itu adalah teknik sistem alur.

Pihak perusahaan menilai teknik sistem alur dianggap lebih ramah lingkungan serta sangat efisien jika dibandingkan dengan teknik reklamasi yang digunakan perusahaan tambang pada umumnya. Secara garis besar, teknik sistem alur itu yakni dengan membuat sebuah lubang yang memiliki alur dengan bentuk memanjang yang digunakan sebagai media tanam. Tentunya ukurannya dan dimensi yang digunakan pun juga berbeda.

Selama ini pihaknya mengaku menggunakan sistem reklamasi yang kurang efisien. Yakni dengan menutup seluruh permukaan pascatambang dengan top soil. Karena areal yang besar, maka kebutuhan topsoil itu pun juga sangat banyak. Namun setelah menggunakan teknik sistem alur, perusahaan merasakan perbedaan yang cukup mencolok dalam hal efisiensi. Terlebih di sekitar kawasan pascatambang di Tuban itu, ketersediaan top soil diketahui sangat sedikit sebab berada di daerah batu kapur.

Lebih lanjut pihak Semen Indonesia menyebut saat menggunakan metode top soil, dibutuhkan setidaknya 3.000 meter kubik tanah untuk menutup permukaan seluas 1 hektar. Sementara jika menggunakan metode sistem alur, kebutuhan tanah hanya sekitar 800 meter kubik saja. Meski demikian, kualitas reklamasi dengan penanaman kembali pohon sama sekali tidak mengalami degradasi atau penurunan.

Pihaknya juga mengklaim jika metode ini adalah yang pertama dilakukan di Indonesia. Selain itu biaya yang dikeluarkan juga lebih hemat hingga 63 persen dan kemungkinan keberhasilan proses reklamasi yang dilakukan bisa mencapai angka 85 persen.

Kini areal pascatambang yang ada di Tuban itu pun telah berubah menjadi sarana wisata, edukasi dan juga hutan hijau. Sementara untuk bekas tambang tanah liat, dijadikan tempat penampungan air yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pengairan lahan pertanian mereka serta budidaya ikan yang memberikan keuntungan ekonomi secara langsung.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Mayang Sari

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar