Detail Berita


Tahapan Rehabilitasi di Area Penambangan


"Reklamasi tambang"
Sumber gambar: kompasiana.com


Tanggal terbit: 20-07-2020

duniatambang.co.id- Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa operasi penambangan sangat sedikit mempedulikan aspek lingkungan, seperti melakukan penebangan pohon dan hutan yang sudah ada sebelumnya. Akan tetapi, pada kenyataannya, perusahaan tambang sebenarnya diwajibkan untuk mengembalikan fungsi lahan/hutan yang sebelumnya dikupas, yakni dengan melakukan rehabilitasi. Hal ini juga diatur dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 7 tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang Pada Kegiatan Usaha Pertambangan.

Rehabilitasi merupakan suatu kegiatan memperbaiki dan memulihkan kembali lahan yang rusak akibat kegiatan usaha penambangan, salah satu contohnya adalah dengan melakukan penanaman kembali vegetasi dan penyuburan kembali lahan.

Kegiatan rehabilitasi memiliki beberapa tahapan yang perlu untuk diketahui. Berikut ini 5 tahapan rehabilitasi di area tambang:

1. Top Soiling and Rehandling

Tanah pucuk (top soil) adalah lapisan tanah pada horizon teratas yang mengandung unsur hara, artinya tanah pucuk ini masih memiliki tingkat kesuburan yang cukup baik untuk ditanami vegetasi, sehingga Top Soil perlu disimpan pada suatu tempat yang dinamakan Top Soil Stockpile (TSSP) yakni tempat penyimpanan sementara top soil untuk nantinya dipergunakan kembali dalam rehabilitasi.

2. Reshaping

Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah atau memodifikasi area final dump (timbunan overburden) agar dapat dilapisi oleh top soil yang akan ditempatkan di atasnya. Adapun timbunan yang sudah ada sudah diurutkan berdasarkan karakteristik tanah/batuan Potential Acid Form (PAF) dan Non Acid Forming (NAF) agar meminimalisir potensi keterbentukan air asam tambang. Biasanya alat yang digunakan adalah dozer.

3. Spreading

Merupakan kegiatan penyebaran dan penebaran top soil yang telah disimpan di Top Soil Stockpile (TSSP) di atas lapisan yang telah dilakukan reshaping. Umumnya dikerjakan dengan menggunakan articulated dump truck (ADT).

4. Ripping

Ripping atau penggaruan tanah bertujuan untuk menguraikan lapisan batuan yang telah dilapisi top soil agar dapat ditanami oleh bibit dan juga tanaman perintis. Alat yang digunakan yakni ripper. Selain itu juga dipersiapkan jalur aliran air untuk mencegah rembesan yang besar dan supaya tanaman nantinya dapat teraliri air dengan baik.

5. Planting

Merupakan kegiatan penanaman tumbuh-tumbuhan. Pada proses ini, dilakukan penanaman dan penebaran bibit, pupuk, serta tanaman perintis seperti Ficus sp., Litsea sp., Macaranga hypoleuca, Syzygium sp., Archidendron microcarpum, Alstonia sp., Cratoxylum sumatranum, Homalanthus populneus, dan Vernonia arborea. Setelah itu akan dilakukan pengecekan berkala terkait kualitas kesuburan tanah, sebelum akhirnya ditanami kembali dengan pepohonan yang lebih besar.

 

Penulis : Charles Candra P Panjaitan (Mahasiswa Institut Teknologi Bandung)

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !