Detail Berita


Harga Emas Terus Naik, Cadangan Terus Menipis


"Penambangan emas bawah tanah"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 20-07-2020

duniatambang.co.id - Meningkatnya permintaan akan komoditi emas di pasaran tidak diimbangi dengan besaran cadangan emas yang dimiliki Indonesia. Diketahui jumlah cadangan emas nasional terus mengalami penurunan. Oleh karenanya dibutuhkan kegiatan eksplorasi yang lebih giat agar pasokan emas bisa tetap terjaga dan lebih kuat dalam mengontrol pergerakan harga.

Pihak MIND ID saat menggelar rapat dengar pendapat dengan DPR menyebut cadangan emas yang dimiliki PT Aneka Tambang jumlahnya kian menipis. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan emas yang baru. Hal ini bisa berdampak buruk kedepannya.

Meski besaran jumlah penurunan cadangan emas yang dimiliki PT Aneka Tambang tidak disebutkan secara gamblang, pihaknya meminta agar kegiatan eksplorasi bisa lebih ditingkatkan, termasuk dilakukan juga oleh perusahaan lain. Sehingga bisa mendongkrak cadangan emas.

Sementara itu MIND ID sendiri memiliki target perolehan laba sebesar Rp 2,1 triliun untuk tahun ini. Jumlah tersebut sebagian besar bisa dicetak oleh PT Aneka Tambang, melalui produk logam mulia andalannya.

Peningkatan kegiatan eksplorasi yang sangat mendesak, juga diamini oleh sejumlah pihak lain. Saat ini kondisi ekonomi yang sedang tidak pasti dan berada pada titik bawah, membuat supply and demand untuk emas sangat tidak seimbang. Hal ini diperparah dengan perilaku para investor yang memburu emas karena dianggap sebagai aset safe haven, yang tidak bisa dipengaruhi oleh suku bunga, kebijakan moneter ataupun fiskal.

Merosotnya cadangan emas ini tidak hanya dialami oleh perusahaan besar milik pemerintah saja. Namun kondisi serupa juga dialami oleh perusahaan swasta, di mana cadangan emas mereka juga merosot karena tidak seimbang antara produksi dan stok yang dimiliki.

Salah satu solusi yang paling nyata yang bisa diambil untuk saat ini adalah dengan memaksimalkan sebaik mungkin PT Freeport yang sebagian besar sahamnya sudah dimiliki oleh pemerintah. Seperti yang diketahui jumlah produksi emas yang dicetak oleh PT Freeport setara dengan dua kali lipat yang dicetak oleh PT Aneka Tambang.

Sementara itu di sisi lain harga emas terus beranjak naik dan bisa mencapai angka USD 1.800 per ounce. Hal ini disebabkan oleh tingginya kekhawatiran masyarakat akibat dari kasus wabah pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Diperkirakan hingga akhir tahun harga emas bisa mencapai angka USD 1.900 per ounce atau Rp 1 juta an untuk setiap gramnya. Kemungkinan sangat tipis harga emas bisa mencapai angka USD 2.000 per ounce. Sebab akan ada faktor penghambat naiknya harga emas dalam beberapa bulan mendatang. Pasalnya sejumlah negara telah memberlakukan kebijakan new normal, sehingga aktivitas ekonomi bisa kembali pulih lebih cepat.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !