Detail Berita


Lima Jenis Alat Karakterisasi Bahan yang Berperan Penting di Industri Pertambangan dan Metalurgi


"XRD"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 17-07-2020

duniatambang.co.id - Alat karakterisasi bahan digunakan untuk mengetahui komposisi, ikatan kimia, bidang kristal, atau senyawa  dari suatu bahan, pekerja atau peneliti dari industri pertambangan dan metalurgi. Alat karakterisasi bahan dibutuhkan juga untuk mengetahui kualitas bahan-bahan tersebut yang akan memengaruhi aspek ekonomi, proses, teknologi, dsb. terutama pada industri pengolahan mineral dan industri ekstraksi logam (pemurnian).

Semua alat karakterisasi memiliki prinsip dasar yang sama, yaitu dengan adanya probe/source yang akan dipancarkan spesimen sehingga menghasilkan signal atau gambaran yang kemudian dikumpulkan untuk dilakukan interpretasi agar diperoleh informasi penting. Beberapa jenis alat karakterisasi bahan yang umum digunakan pada industri pertambangan-logam sebagai berikut.

1. XRD (X-Ray Diffractometer)

XRD adalah peralatan karakterisasi bahan yang menggunakan sinar-X sebagai probe yang ditembakan ke spesimen sehingga sinar-X yang didifraksikan oleh spesimen akan ditangkap oleh detektor untuk diubah menjadi pulsa elektrik agar dapat dihitung oleh counter dalam satuan jumlah pulsa elektrik/satuan waktu yang sebanding dengan intensitas difraksi sinar-X.

2. XRF (X-Ray Fluorescence)

XRF digunakan untuk mengukur konsentrasi unsur-unsur pada sampel. Prinsip kerja dari XRF adalah mengeksitasi atom-atom pada sampel sehingga menghasilkan X-ray untuk diukur energi dan intensitasnya dalam mengidentifikasi unsur-unsur pada sampel.  XRF selain mempunyai kelebihan berupa tes yang bersifat non-destruktif, juga mempunyai kelebihan beupa waktu yang diperlukan untuk melakukan karakterisasi bahan yang lebih singkat.

3. Scanning Electron Microscope (SEM)

SEM bekerja dengan dimulai menghasilkan aliran electron yang dipercepat dengan menggunakan tegangan listrik positif menuju suatu sampel dan aliran elektron tersebut juga difokuskan dengan menggunakan celah dan lensa magnetik sehingga menghasilkan interaksi yang terjadi pada sampel yang kemudian ditangkap oleh detektor. SEM dapat digunakan untuk memperoleh informasi penting berupa penampakan permukaan, morfologi, kristalografi, dan komposisi dari bahan.

4. AAS (Atomic Absorption Spectroscopy)

AAS digunakan untuk menentukan konsentrasi dari unsur logam dari senyawanya berdasarkan serapan atom terhadap electromagnetic radiation (EMR). Prinsip kerja dari AAS dimulai dengan proses atomisasi sampel kemudian ditembakan EMR sehingga terjadi penyerapan EMR oleh sampel dimana sisa EMR akan diseleksi oleh monokromator dan dibaca oleh detektor.

5. OES (Optical Emission Spectrum)

OES bekerja dengan mengeksitasi atom pada sampel dengan energi yang berasal dari spark (percikan yang terbentuk dari elektroda akibat perbedaan tegangan) sehingga menghasilkan cahaya yang dapat diukur intensitasnya. Ukuran dan bentuk dari OES sangat beragam dimulai dari yang dapat mudah dibawa (portable) hingga sampai yang berukuran seperti komputer.

Selain kelima alat karakterisasi bahan yang sudah disebut diatas, sebenarnya dalam dunia pertambangan dan metalurgi juga masih mempunyai banyak alat atau metode karakterisasi bahan yang lainnya. Kedepannya, alat atau metode karakterisasi bahan akan terus juga dikembangkan sehingga dapat diperoleh informasi-informasi pada bahan yang lebih akurat, cepat, dan mudah.

 

Penulis : Dartwin (Mahasiswa Institut Teknologi Bandung)

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !