Detail Berita


Geofisika, Indra Keenam Para Eksplorasionis dalam Mencari Cadangan Emas


"Kegiatan survei geofisika"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 16-07-2020

duniatambamg.co.id - Emas merupakan salah satu logam mulia yang memiliki nilai jual dan penggunaan yang tinggi. Selain menjadi alat untuk investasi dan perhiasan, emas dapat digunakan untuk bahan konduktor dalam smartphone, sirkuit untuk kendaraan luar angkasa, alat makan dan minum pada restoran kelas atas, bahkan di dunia kedokteran digunakan untuk penambal gigi. Tidak heran kalau James Blakeley mengatakan “Emas itu abadi, indah, berguna, dan tidak memudar. Tidak heran emas begitu dihargai di atas segalanya”.

Indonesia sebagai negara yang dikenal kaya akan sumberdaya alam, juga tidak ikut ketinggalan dalam hal kekayaan cadangan emasnya. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2019, cadangan emas di Indonesia mencapai 3,5 miliar ton, dan sumberdayanya mencapai 4600 ton. Tetapi, data tersebut masih saja dapat melonjak karena masih banyak kegiatan eksplorasi yang dapat dilakukan.

Deposit emas umumnya berada pada kedalaman lebih dari 25 m di bawah permukaan, tergantung dari tipe pengendapan deposit emas itu sendiri. Indra perasa, peraba, pengecap, pendengaran, dan penciuman tentu sulit untuk mendeteksi keberadaan deposit emas di bawah permukaan. Salah satu tools atau “indra ke-enam” yang dapat digunakan para eksplorasionis adalah geofisika. Geofisika sendiri bekerja dengan cara memanfaatkan parameter-parameter fisis yang berasosiasi dengan ciri khas dari deposit itu sendiri agar nantinya dapat dilakukan penggambaran kondisi bawah permukaan bumi.

Ada banyak metode dalam ilmu geofisika dalam menginvestigasi keberadaan deposit emas, seperti gravitasi, geolistrik, geomagnetik, dan elektromagnetik. Emas sebagai salah satu objek geologi memiliki sifat fisis umum, yaitu memiliki tahanan jenis yang tinggi dikarenakan berasosiasi dengan intrusi batuan beku. Emas juga memiliki chargeability atau kemampuan untuk menahan arus listrik, sehingga tidak heran kalau emas dapat digunakan sebagai konduktor pada smartphone. Sifat fisis lainnya yaitu emas memiliki suseptibilitas atau kemampuan suatu bahan untuk termagnetisasi yang tinggi karena pada deposit emas mengandung mineral magnetite.

Cukup beragam metode geofisika yang digunakan untuk mendeteksi cadangan deposit emas. Metode geofisika tidak dapat berdiri sendiri karena melakukan integrasi atau penggabungan metode geofisika yang satu dengan yang lainnya karena tidak hanya emas yang memiliki ciri fisik seperti di atas. Tidak lupa juga kita harus melakukan studi geologi agar dapat dikonstruksikan bagaimana proses mineralisasi atau pembentukan deposit emas di lokasi tersebut dan menghubungkannya dengan anomali yang terbaca oleh geofisika.

 

Penulis : William Jhanesta (Mahasiswa Universitas Indonesia)

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !