Detail Berita


Mengenal Dua Tambang Bawah Tanah Terbesar di Dunia


"Tambang Bawah Tanah El Teniente"
Sumber gambar: mining-technology.com


Tanggal terbit: 16-07-2020

duniatambang.co.idBanyaknya sistem penambangan bawah tanah yang terletak di hampir berbagai industri pertambangan di penjuru dunia, terdapat beberapa perusahaan tambang yang memiliki salah satu sistem penambangan bawah tanah (underground mining) terbesar di dunia.

Yuk kita simak perusahaan tambang tersebut apa saja?

1. El-Teniente, Chile

Di dekat kota Sewell, Chile, terletak perusahaan pertambangan yang bernama El-Teniente. El-Teniente memiliki jalur penambangan (drift) yang berjumlah lebih dari 1.900 mil drift (lorong berbentuk horizontal). El-Teniente sendiri juga mempunyai pintu masuk areal tambang  bawah tanah yang dimulai pada ketinggian 7.500 kaki atau 2.286 meter di atas permukaan laut yang berada di sekitar Pegunungan Andes. Sementara itu, areal tambang El-Teniente mencapai kedalaman hampir 1.400 kaki atau 427 meter di bawah permukaan tanah lokasi tersebut. mulai. Perusahaan Tambang El Teniente telah beroperasi sebagai tambang skala besar sejak tahun 1905 dan telah mencapai tingkat produksi sebesar 500.000 ton tembaga dalam setahun. Upaya ekspansi yang dilakukan oleh perusahaan tambang El-Teniente juga sedang dilakukan, proses tersebut dilakukan dalam upaya untuk mengakses cadangan bijih sebesar 2,2 miliar ton tambahan. Upaya tersebut juga dilakukan untuk menjaga produktivitas perusahaan tambang El-Teniente dalam progress produksinya setidaknya selama 50 tahun yang akan datang.

2. Kiruna Mine, Swedia

Perusahaan Tambang Kiruna Mine terletak di Norrbotten County, Lapland, Swedia, Tambang Kiruna telah beroperasi sejak tahun 1898 dan telah menghasilkan lebih dari satu miliar ton bijih besi. Perusahaan tambang Kiruna Mine rata-rata memproduksi bijih sekitar 30 juta ton bijih besi per tahun. Sementara itu, hingga tahun 1999, level terdalam tambang kiruna mine mencapai 775 meter (2.543 kaki). Setelah tahun 1999 selesai, penambangan yang dioperasikan oleh Kiruna Mine masuk ke level yang lebih dalam mencapai kedalaman sekitar 1.045 meter (3.428 kaki).  Tingkat atau level yang mencapai 1.045 meter (3.428 kaki) dapat mendukung produksi bijih besi hingga tahun 2018. Hingga pada 28 Oktober 2008, Kiruna Mine memutuskan untuk melangkah ke level penambangan yang lebih dalam, level penambangan bawah tanah tersebut mencapai kedalaman hingga 1.365 meter (4.478 kaki) dengan biaya sebesar US $ 1,7 miliar.

Tambang Kiruna memiliki tubuh bijih yang panjangnya 4 km (2,5 mi), 80 meter (260 kaki) hingga 120 meter (390 kaki) dan mencapai kedalaman hingga 2 km (1,2 mil). Tambang ini memiliki rencana untuk berkembang seiring waktu.

Metode penambangan caving sub-level telah dioperasikan oleh Kiruna Mine sejak tahun 1960-an. Pada tahun 1985, cadangan untuk Tambang Kiruna mencapai 1.800 juta ton dengan kadar hingga 60-65 % besi dan 0,2% fosfor. Pada 2018, Tambang Kiruna memiliki cadangan terbukti dan cadangan terkira sekitar 683 juta ton dengan kadar besi 43,8%.

Tambang ini mempunyai kedalaman sekitar 3,5 kilometer yang merupakan satu-satunya tambang paling dalam dunia. Mulai dioperasikan secara modern pada tahun 1957, kedalaman tambang ini mencapai dua kilometer asin.

Pada tahun 1962 merupakan salah satu tambang yang efisien di Afrika Selatan tetapi pada saat itu harga emas juga masih rendah. Sejak konstruksi dua poros sekunder telah ditambahkan, kini lorong tambang semakin jauh lagi ke dalam perut bumi. Tambang ini mempunyai jumlah panjang terowongan dan lorong sekitar 800 kilometer dan mempekerjakan sekitar 5.600 buruh tambang. Saat ini para pekerja terus memperdalam tambang hingga sekitar 3,9 kilometer ke bawah tanah.

Tujuan perusahaan tambang yang menggunakan sistem penambangan bawah tanah saat ini hingga beberapa tahun kedepan tetap mengeksplorasi mineral hingga ke beberapa sub level yang lebih dalam, sehingga mendapatkan lapisan endapan mineral baru dan bertambahnya jumlah produksi tonase bahan galian tambang per tahunnya.

 

Penulis : Dimas Chaidir Adinugroho (Mahasiswa UIN Jakarta)

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !