Detail Berita


Begini Performa Logam Mulia Semester I 2020, Emas Paling Bersinar


"gold ingot"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 15-07-2020

duniatambang.co.id - Paruh pertama tahun 2020 telah terlewati, kendati penuh dengan tantangan sejumlah komoditas masih dapat menunjukkan performa yang baik. Emas merupakan salah satu komoditas logam mulia yang mencatatkan performa paling bersinar sepanjang paruh pertama 2020 jika dibandingkan dengan komoditas logam mulia lainnya.

Dalam enam bulan pertama ditahun 2020 ini, harga emas spot sudah mencatatkan kenaikan harga secara persentase mencapai 17,38%. Jika melansir data dari Bloomberg, harga emas spot pada akhir Desember 2019 lalu masih berada dilevel US$ 1.517,27 per ons troi. Sedangkan di penutupan semester I 2020 yaitu pada 30 Juni 2020 emas berada dilevel US$ 1.780,96 per ons troi.

Di tengah ketidakpastian global dan berbagai sentimen yang muncul sejak periode Januari hingga Juni tidak membuat emas terperosok, emas justru menjadi salah satu komoditas logam mulia yang paling bersinar. Hal ini tidak terlepas dari fungsi emas sebagai asset safe havens, dimana sebagai asset safe havens emas justru digandrungi ditengah ketidakpastian global seperti sekarang ini. Bahkan, sejumlah analis memproyeksikan harga emas kedepannya masih berada di tren bullish. Harga emas di Semester II ini ditaksir berada dikisaran US$ 1.760 - US$ 1.920 per ons troi.

Berbeda dengan emas, Platinum justru menjadi logam mulia dengan performa paling buruk dibandingkan dengan komoditas logam mulia lainnya. Melansir data Bloomberg, harga platinum di akhir tahun 2019 lalu berada dilevel US$ 966.58 per ons troi. Sedangkan pada penutupan semester I 2020 lalu, platinum berada dilevel US$ 829,39 per ons troi. Secara persentase, platinum terkoreksi sebesar 14,19% sepanjang semester I 2020.

Anjloknya harga platinum ini berbanding terbalik dengan emas, ditengah badai pandemi covid-19 yang melanda dunia menyebabkan aktivitas ekonomi sempat terhenti dan membuat aktivitas sejumlah pabrik pun ikut terhenti. Terhentinya aktivitas pabrik ini membuat permintaan akan platinum mengalami penurunan dan menyebabkan terjadinya oversupply. Kedepannya, disisa waktu sebelum tutup tahun 2020 sejumlah analis memproyeksikan platinum akan berada dilevel US$ 750 - US$ 870 per ons troi.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !