Detail Berita


Perjalanan Panjang si Emas Hitam Borneo


"Tongkang batubara yang sedang melintas di sungai mahakam"
Sumber gambar: Dokumentasi oleh Anisa Nur Adnin


Tanggal terbit: 14-07-2020

duniatambang.co.id – Sungai Mahakam, Kalimantan Timur menjadi saksi perjalanan batubara. Pemandangan lazim bagi masyarakat Samarinda untuk melihat kapal tongkang bermuatan batu bara lengkap dengan kapal penariknya (tugboat) lalu lalang di sungai Mahakam. Apalagi jika air sungai sedang dalam keadaan pasang, tentu menjadi makanan sehari-hari melihat puluhan tongkang sedang berjajar di sepanjang aliran sungai Mahakam.

Tumpukan emas hitam yang menyerupai gunung siap untuk dikirim ke daerah maupun negara lain. Namun, sebelum mencapai kapal tongkang, batu bara tentu sudah melalui proses yang panjang.

Penambangan batu bara tidak hanya sekadar garuk-garuk tanah. Proses ini dimulai dari pembersihan lahan dari pepohonan, semak belukar, hingga tumbuhan alang-alang dan perambat. Selanjutnya dilakukan pengupasan pada tanah, tanah ini dipindahkan ke tempat lain. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga kandungan mineral pada tanah sehingga apabila kegiatan penambangan sudah selesai, tanah ini dapat digunakan untuk reklamasi.

Pada tambang terbuka, ada dua hal yang dilakukan untuk mengupas tanah penutup yaitu penggalian bebas jika tanah tersebut lunak dan peledakan (blasting) jika tanah penutup merupakan material yang kuat.

Proses selanjutnya adalah penambangan batu bara (coal getting) di lokasi tambang (pit), tentunya sebelum dilakukan coal getting, akan dilakukan coal cleaning yang bertujuan untuk membersihkan pengotor yang berasal dari permukaan batu bara. Proses coal getting ini menggunakan ekskavator. Batu bara pun dipindahkan ke truk pengangkut (dump truck) untuk selanjutnya memasuki proses produksi (crushing) di mana batu bara dipecahkan dari ukuran yang besar ke ukuran yang kecil, lalu dipindahkan ke dump truck khusus, untuk memasuki proses pengangkutan (hauling) ke unit penampungan (stockpile). Setelah terkumpul di unit penampungan, batu baru selanjutnya dipindahkan ke kapal tongkang untuk selanjutnya diekspor ke daerah lain seperti Cilacap maupun negara lain seperti India, Jepang, China, dan lainnya.

 

Penulis : Anisa Nur Adnin (Mahasiswa Universitas Mulawarman)

Editor  : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !