Detail Berita


Komitmen Eropa Gunakan EBT Bikin Pasar Ekspor Batubara Nasional Makin Tertekan


"Renewable energy"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 13-07-2020

duniatambang.co.id - Pasar ekspor komoditas batubara ke negara-negara Eropa diprediksi akan semakin tertekan dalam beberapa bulan ke depan. Pasalnya, Eropa tengah membahas kebijakan untuk mengalihkan penggunaan sumber energi ke komoditas yang lebih ramah lingkungan. Bertambah lagi faktor penekan industri batubara nasional, padahal dampak dari wabah pandemi Covid-19 belum juga usai.

Rencana negara-negara Eropa dalam rangka mencari sumber energi yang ramah lingkungan tampaknya semakin serius. Salah satunya adalah kebijakan negara Jerman, di mana dalam sidang Majelis Parlemennya memutuskan untuk sepakat menghentikan penggunaan batubara sebagai sumber pembangkit listrik.

Kebijakan Parlemen Jerman itu merupakan salah satu dari rangkaian rencana secara luas negara Eropa untuk mengurangi bahkan menghilangkan ketergantungan akan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk kemudian beralih pada penggunaan energi yang terbarukan.

Lebih lanjut, kesepakatan yang sudah ditandatangani pada 3 Juli 2020, akan diwujudkan dengan penutupan semua unit pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batubara. Sebagai informasi, Jerman saat ini memiliki 84 pembangkit listrik tenaga uap dan semuanya bakal ditutup dengan target hingga tahun 2038 secara bertahap.

Penutupan itu tidak hanya terjadi pada pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batubara saja. Tetapi juga terhadap pembangkit listrik yang menggunakan energi nuklir dan ditargetkan tutup seluruhnya pada tahun 2022.

Tak hanya Jerman, Polandia juga sedang gencarnya untuk menghentikan penggunaan bahan bakar batubara dan beralih ke energi yang terbarukan. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya minat perusahaan-perusahaan energi terbarukan yang membidik pasar Polandia secara khusus.

Saat ini pihak pemerintah Polandia memilih untuk fokus pada penggunaan turbin angin sebagai sumber energi. Pihaknya tengah menyiapkan banyak sekali ladang terbuka untuk dijadikan tempat turbin angin. Bahkan mereka juga menargetkan pembangunan turbin angin lepas pantai di Laut Baltik untuk bisa mulai beroperasi pada tahun 2025.

Kebijakan Jerman dan Polandia merupakan langkah perwujudan dari perjanjian Paris yang merupakan hasil rapat perubahan iklim PBB yang berlangsung pada tahun 2015 lalu. Tujuan dari perjanjian itu untuk menekan emisi karbon dioksida dan mengerem peningkatan temperatur global di bawah 2 derajat celcius dari angka yang sudah tercatat sebelum Revolusi Industri terjadi.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !