Detail Berita


Mengenal Geophysical Well Logging dalam Eksplorasi Batubara


"Kegiatan Well Logging (Schlumberger)"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 09-07-2020

duniatambang.co.id - Ada salah satu teknik yang dikenal dalam kegiatan eksplorasi batubara yaitu geophysical well logging. Teknik ini digunakan untuk melihat sebaran litologi dan endapan batubara dalam suatu lubang bor.

Sebenarnya apa itu geophysical well logging, bagaimana cara kerjanya, dan ada apa saja jenis-jenisnya?

Geophysical well logging adalah salah satu metode untuk melihat kondisi di bawah lubang bor dengan memanfaatkan sifat-sifat fisika, seperti radioaktivitas, resistivitas, kecepatan, densitas, dan masih banyak lagi.

Teknik ini dilakukan dengan cara memasukkan suatu instrumen ke dalam lubang bor, di mana instrumen ini memiliki kepekaan tersendiri, tergantung dari jenis logging yang dilakukan. Pada kali ini, akan di bahas beberapa jenis geophysical well logging yang digunakan dalam eksplorasi batubara.

Pertama adalah gamma ray log. Jenis log ini digunakan untuk mengukur radiasi sinar gamma yang dihasilkan oleh unsur radioaktif yang terdapat pada lapisan formasi atau batuan di dalam lubang bor. Unsur radioaktif yang terukur oleh log ini umumnya adalah Uranium, Thorium, Potassium, dan Radium. Log ini nantinya akan dikorelasikan dengan permeabilitas batuan dibawah permukaan. Ketika batuan kaya akan unsur radioaktivitas, maka umumnya batuan tersebut relatif tidak permeabel dibandingkan batuan yang sedikit kandungan unsur radioaktifnya. Batubara sendiri merupakan batuan yang miskin akan unsur radioaktif, sehingga pembacaan pada log ini akan rendah.

Kedua adalah resistivitas log. Log ini sebenarnya mirip dengan metode geolistrik dalam geofisika, yaitu membaca sebaran resistivitas bawah permukaan, namun resistivity log bisa dikatakan memiliki resolusi yang lebih baik. Batuan bawah permukaan umumnya memiliki pori dan pori tersebut mengandung fluida. Log ini akan membaca nilai resistivitas batuan yang sebenarnya adalah resistivitas fluida yang terkandung di dalam batuan tersebut. Batubara merupakan batuan yang minim kandungan hidrogen oksigen dan kaya akan karbon, sehingga batubara memiliki nilai resistivitas yang sangat tinggi. Dalam pembacaan resistivity log sangat terlihat sekali anomali tinggi jika pada sumur tersebut terdapat batubara.

Jenis lain dari geophysical well logging adalah neutron porosity log. Seperti namanya, log ini nantinya digunakan untuk mengetahui porositas batuan di dalam sumur. Tetapi, sebenarnya log ini tidak mengukur porositas sesungguhnya dari batuan, melainkan yang diukur adalah kandungan hidrogen yang terdapat pada pori-pori batuan. Artinya, semakin banyak kandungan hidrogen pada batuan, maka dapat diinterpretasikan batuan memiliki porositas yang tinggi pula. Sama seperti sebelumnya, batubara merupakan batuan yang miskin kandungan hidrogen, sehingga pembacaan rendah pada log ini dapat diduga sebagai adanya endapan batubara.

Geophysical well logging memiliki parameter fisika yang khas dan perlu diingat, satu data log belum dapat memastikan di bawah sumur terdapat batubara karena masih memiliki uncertainty yang tinggi. Integrasi data log satu dengan yang lainnya perlu dilakukan sehingga tidak heran suatu perusahaan melakukan running data log lebih dari satu jenis. Kegiatan eksplorasi memanfaatkan well logging juga memiliki peranan yang penting dalam menentukan apakah suatu lapangan ini memiliki endapan batubara yang layak untuk ditambang secara ekonomis atau tidak.

 

Penulis : William Jhanesta (Mahasiswa Universitas Indonesia)

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !