Detail Berita


Ini Enam Proyek Inalum Yang Terpaksa Tertunda


"Pembakaran dalam furnace"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 08-07-2020

duniatambang.co.id - Wabah pandemi Covid19 yang berdampak pada terhambatnya proses mobilitas. Hal ini membuat PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menghentikan proyek yang sedang dikerjakan. Setidaknya ada enam proyek yang harus ditunda proses pembangunannya. Hal ini dikemukakan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI. Adapun enam proyek tersebut antara lain :

Proyek SGAR Mempawah

Fasilitas pengolahan dan pemurnian atau Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang sedang digarap di wilayah Mempawah, Kalimantan Barat terpaksa harus dihentikan sementara prosesnya. Saat ini tahap pembangunan sudah mencapai pematangan lahan atau early work serta penyelesaian engineering design. Proyek berkapasitas 1.000 Ktpa alumunia ini diketahui menelan investasi senilai USD 841 juta.

Proyek Tungku Reduksi

Proyek berikutnya yang juga terpaksa harus ditunda pembangunannya adalah proyek pengembangan tungku reduksi smelter serta refinery alumina. Faktor utama penyebab mandeknya proyek ini dikarenakan menunggu persiapan dari pihak Tiongkok dan Timur Tengah yang juga terkena wabah pandemi. Proyek ini menelan dana investasi sebesar USD 107,7 juta.

PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim

Pembangunan proyek pembangkit listrik yang berkapasitas 2 x 621,72 MW ini juga mengalami hambatan yang cukup serius. Menelan dana investasi mencapai USD 1,68 miliar, proyek ini merupakan kerjasama dengan PT Bukit Asam yang juga bermitra dengan perusahaan asal Cina, Huadian Corporation. Penyebab penundaan ini juga dikarenakan dari pihak perusahaan Cina mengalami pergeseran EPC. Begitu masalah itu selesai, maka proses bisa dilanjutkan kembali.

Smelter Feronikel

Proyek ini juga terpaksa harus mengalami penundaan pembangunan. Padahal tahapannya sudah mendekati proses final dengan progress sudah mencapai 97,98 persen. Penyebab utamanya adalah dikarenakan pasokan listrik yang terganggu. Proyek yang dikerjakan oleh PT Aneka Tambang (Antam) ini menelan investasi sebesar USD 289 juta. Saat ini pihaknya tengah melakukan pembahasan mendalam bersama PLN agar pasokan bisa pulih kembali.

Smelter Tin Ausmelt

Proyek smelter yang rencananya mampu menampung 40.000 ton crude tin ini juga terpaksa mengalami penundaan. Proyek smelter yang berada di wilayah Bangka Barat ini diketahui nilai investasinya mencapai angka USD 80 juta. Tahap pengerjaan Engineering Procurement and Construction (EPC) rencananya akan dilanjutkan kembali pada Oktober tahun ini, dan smelter ini ditargetkan bakal mulai beroperasi pada tahun depan.

Smelter Tembaga di Gresik

Proyek keenam yang terpaksa harus mengalami penundaan adalah pembangunan smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR) yang dikerjakan oleh PT Freeport Indonesia di wilayah Gresik. Proyek yang memiliki nilai investasi mencapai USD 3 miliar itu diperkirakan bakal menampung konsentrat sebesar 2 juta ton per tahun dan kapasitas lumpur anoda mencapai 6.000 ton per tahun. Hingga akhir Mei 2020, tahapannya baru mencapai 5,86 persen

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !