Detail Berita


Ini Dia Tips Pemilihan Tanaman yang Tepat untuk Reklamasi Tambang


"Lubang Tambang di Tengah Hutan"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 06-07-2020

duniatambang.co.id – Undang-Undang (UU) Minerba baru Nomor 3 tahun 2020 menjadikan kegiatan reklamasi dan pasca tambang lebih ketat dan efektif, hal ini dikarenakan dalam UU tersebut menyebutkan akan adanya sanksi pidana khusus baik berupa penjara maupun denda bagi para penambang yang tidak melaksanakan reklamasi dan pascatambang.

Baca juga: Bagaimana Sih Jaminan Reklamasi Sesuai Regulasi Pemerintah?

Kegiatan pertambangan sering kali meninggalkan bekas-bekas lubang tambang menganga yang dibiarkan begitu saja. Adanya lubang ini memberikan dampak bagi lokasi bekas tambang dan bagi daerah di sekitarnya. Aktivitas pertambangan dapat menimbulkan erosi, sedimentasi, meningkatnya kandungan logam berat di tanah yang berpotensi masuk ke lingkungan perairan, penurunan kuantitas dan kualitas air serta membuat hilangnya habitat hewan serta keanekaragaman hayati.

Oleh karena itu, perlunya usaha untuk memperbaiki dan merahabilitasi lahan bekas tambang agar tidak terjadi kerusakan yang berkelanjutan. Usaha tersebut bertujuan untuk memulihkan dan mengoptimalkan kembali lahan yang sudah rusak.

Keberhasilan rehabilitasi lahan pasca tambang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti buruknya kondisi tanah dan kondisi iklim mikro yang ekstrem, oleh karena itu perlunya tahapan perawatan, perbaikan lahan, stabilisasi lahan dan pengendalian erosi dan sedimentasi sebelum upaya penanaman.

Pemilihan jenis tanaman pun perlu diperhatikan saat proses penanaman. Hal ini bertujuan untuk memilih jenis tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi tanah dan iklim mikro pada lokasi bekas tambang. Sebab beberapa jenis tanaman ada yang mampu dan ada yang tidak mampu beradaptasi terhadap iklim dan kondisi tanah.

Tanaman yang sering dipilih dalam melakukan revegetasi tanah pada lahan bekas tambang biasanya  dilakukan dengan menanaman tanaman akasia (Acacia  mangium dan  Acacia auriculiformis), gamal (Gliricidia sepium) dan sengon (Albizia cinensis).

Pemilihan tanaman untuk reklamasi tambang dapat dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

1. Tanaman penutup tanah

Tanaman penutup ini fungsinya seperti pagar yang melindungi rumah, menjalar, pupuk hijau yang baik untuk tanah, dan sifatnya permanen seperti Calopogonium caeruleum, Centrosema pubescens, dan Desmodium ovalifolium.

2. Tanaman yang cepat tumbuh

Jenis tanaman ini sebaiknya ditanam bersama atau sesegera mungkin setelah menanam tanaman penutup tanah. Beberapa jenis tanaman ini bahkan memiliki fungsi untuk melindungi tebing atau tanaman pokok, mematahkan laju angina, mengurangi intensitas suhu dan cahaya, meningkatkan dan memperbaiki kelembapan udara, menjaga kestabilan kelembapan tanah, serta menambah asupan bahan organik. Contoh tanaman ini yaitu lamtoro, turi, dan akasia. Mengingat pentingnya fungsi yang dibawa oleh tanaman ini, wajar bila pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang harus dibekali dengan wawasan tentang seluk beluk tanaman. Tanaman jenis ini berguna untuk menciptakan iklim (mikro) yang sesuai dengan ekosistem hutan

3. Tanaman lokal

Tanaman ini biasanya sudah tumbuh di area pertambangan. Untuk memperoleh bibitnya diperlukan kerja sama dengan warga sekitar. Ekosistem hutan akan terasa apabila tanaman lokal sudah mulai tumbuh.Pemilihan untuk reklamasi tambang harus dibekali dengan seluk beluk tanaman, agar tanaman yang dipilih mampu menciptakan iklim mikro yang sesuai dan mampu beradaptasi. Proses reklamasi dan pascatambang tentunya akan memberi dampak baik bagi lingkungan tambang dan sekitarnya seperti pulih dan terjaganya keseimbangan ekosistem, adanya habitat bagi hewan, dan pelestarian keanekaragaman hayati khususnya flora.

 

Penulis : Anisa Nur Adnin (Mahasiwsa Universitas Mulawarman)

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !