Detail Berita


Indominco Sulap Lubang Bekas Galian Tambang Jadi Penampungan Air PDAM


"Salah satu lubang bekas tambang yanga ada di Kalimantan"
Sumber gambar: diswaykaltim.com


Tanggal terbit: 06-07-2020

duniatambang.co.id - Belakangan penduduk yang ada di Bontang mengeluhkan tentang masalah ketersediaan air yang cukup sulit didapatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Krisis air sedang terjadi di wilayah tersebut. Namun, solusi muncul dari sebuah hal yang tidak terduga. Pemerintah bekerjasama dengan PT Indominco Mandiri berencana menyulap bekas galian tambang yang akan dijadikan kolam penampungan air PDAM.

Baca juga: Lakukan 5 Upaya Ini untuk Menyulap Lubang Bekas Tambang Jadi Kawasan Berwawasan Lingkungan

Seperti apa kondisi lubang bekas galian tambang yang akan dijadikan kolam air PDAM guna memenuhi kebutuhan penduduk tersebut?

Lokasi lubang bekas galian tambang itu berada di dalam areal pertambangan PT Indominco Mandiri yang letaknya sekitar 30 kilometer dari kantor perusahaan yang ada di Bontang. Karena letaknya berada di dalam kawasan hutan, jalanannya pun cukup ekstrim penuh tanjakan. Namun banyak berlalu lalang truk-truk besar yang mengangkut material dari tambang.

Di lokasi, terdapat dua kolam besar mirip danau yang dulunya merupakan lubang bekas galian tambang. Kemungkinan kolam tersebut menampung jutaan kubik air. Kolam tersebut berada di sebelah barat areal tambang yang sudah mulai dilakukan penutupan. Sementara aktivitas penambangan berpindah ke areal sisi timur.

Diketahui luas areal tambang yang dimiliki PT Indominco Mandiri sebesar 24 ribu hektar yang terbentang mencakup tiga wilayah sekaligus. Yakni meliputi wilayah Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kota Bontang. Namun daerah yang aktif sebagai operasional pertambangan berada di hutan produksi yang ada di wilayah Kutai Timur.

Blok barat yang menjadi tempat penampungan air PDAM itu sudah mulai ditutup untuk aktivitas penambangan. Sebagai informasi, daerah itu sudah dijadikan tempat penggalian batubara sejak 23 tahun yang lalu. Setelah kandungan batubaranya habis, wilayah itu dilakukan reklamasi. Sebagian besar wilayah sudah ditumbuhi pepohonan kembali sementara wilayah lain masih dalam proses penanaman kembali.

Air yang ditampung di lubang bekas galian tambang itu nantinya akan dipompa melewati wilayah perbukitan. Sebab kolam tersebut berada di ketinggian yang cukup tinggi, 87 meter di atas permukaan air laut. Selanjutnya air akan dialirkan menuju Bontang dengan bantuan gaya gravitasi tanpa harus mengandalkan teknologi lainnya. Serangkaian pengujian dan rekayasa gravitasi pun sudah dilakukan di kawasan tersebut.

Sementara untuk masalah kualitas, pihak Indominco sudah melakukan tes kelayakan untuk mengetahui kualitas air di penampungan tersebut. Hasilnya, kualitas air yang ditampung di lubang bekas galian tambang jauh lebih baik dari standar yang sudah ditetapkan. Tingkat keasamannya diketahui sebesar 8,64 pH lebih tinggi dari ambang batas standar, sesuai Perda nomor 11 tahun 2011.

Hal ini termasuk juga dari tingkat kekeruhan air. Diketahui dari hasil tes, tingkat kekeruhan air hanya 23 miligram untuk setiap liternya. Jika melihat batas standar sebesar minimal 250 miligram per liter, tentu jumlah itu terhitung sangat rendah.

Lalu untuk kandungan logam besi (fe) juga diketahui pada tingkatan yang cukup rendah. Jika merujuk pada standar minimal kandungan logam besi sebesar 7 miligram per liter air, maka kandungan logam besi sebesar 0,06 miligram per liter tentu merupakan kandungan yang sangat rendah. Hasil tes ini pun sudah diumumkan oleh pihak Indominco kepada publik.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !