Detail Berita


Mengingat Lagi Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan dan Pengaruhnya Terhadap Pertambangan



Jakarta – Akhir – akhir ini Indonesia dikagetkan dengan berita mengenai pemindahan ibu kota Indonesia. pemindahan ini didasarkan dengan kondisi DKI Jakarta yang kian “sakit” sehingga perlu dipindahkannya ibu kota ke wilayah lain. Dari hasil rapat terbatas pada Senin (29/04/2019) disimpulkan bahwa ibu kota akan pindah ke luar pulau Jawa.

Secara geologis dan demografis, Pulau Kalimantan memiliki beberapa keunggulan yang dapat mengantarkan salah satu wilayah di Kalimantan untuk menjadi ibu kota baru. Dilansir dari Katalog Pusat Studi Gempa Bumi Nasional (PusGen) tahun 2016, Kalimantan memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang rendah jika dibandingkan dengan Pulau Jawa. Selain itu secara demografis, Pulau Kalimantan memiliki jumlah penduduk 15.801.800 jiwa atau 6,05% dari jumlah penduduk Indonesia.

Sampai saat ini, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah tengah menjadi sorotan sebagai calon ibukota baru. Dilansir dari finance.deti.com (Jokowi Blusukan Cari Calon Ibu Kota Baru di Kalimantan, Ini Hasilnya), Presiden RI, Joko Widodo, telah mengunjungi dua wilayah calon ibu kota yaitu Palangka Raya dan Bukit Soeharto.

Di kedepan pembagian sektor ibu kota meliputi empat sektor: Kawasan Inti Pusat Pemerintahan; Kawasan IKN; Kawasan Perluasan IKN 1; dan Kawasan Perluasan IKN 2. Zonasi ini diharapkan dapat membuat tata kota ibu kota baru lebih baik dibandingkan Jakarta sehingga ibu kota baru dapat lebih efektif dalam menjalankan perannya.

Di samping itu, Kalimantan terkenal dengan aktivitas pertambangan yang tengah berlangsung. Pertambangan batubara di sekitar pulau Kalimantan salah satunya diakibatkan dengan kayanya Kalimantan dengan gambut dan banyaknya seam – seam batubara. Selain itu, Kalimantan Timur juga terkenal dengan pertambangan intan yang merupakan rumah bagi Intan “Tri sakti”. Pertanyaannya apakah pemindahan ibu kota ini akan mempengaruhi aktivitas pertambangan?

Banyaknya berita mengenai longsor yang mengakibatkan korban jiwa pada tambang rakyat seperti yang dilansir pada regional.kompas.com (Longsor di Tambang Intan Kalsel, 5 Penambang Tewas dan 2 Selamat), membuat pengawasan perlu diperketat. Dengan pemindahan ibu kota ke Kalimantan, pengawasan pertambangan dapat dilakukan lebih mudah sehingga dapat mengurangi resiko hilangnya jiwa akibat penambangan ilegal.

Selain pengawasan, dengan berpindahnya ibukota ke Kalimantan, pemberian izin tambang diharapkan dapat berlangsung lebih cepat. Secara regional, jika ibu kota dipindahkan ke Kalimantan, jalur tempuh untuk melakukan perizinan lebih singkat sehingga proses perizinan dapat berjalan lebih cepat dan baik. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya dalam proses perizinan.

Belum ada pemberitahuan resmi mengenai dimana ibu kota akan berpindah, walaupun begitu sejauh ini Tebing Soeharto, Kalimantan Timur dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah telah dilakukan survei dan tinjauan oleh BAPPENAS sebagai kandidat ibukota baru. Diharapkan dengan adanya tinjauan ini pemindahan ibu kota dapat terealisasikan dan dapat membuat pemerintahan berjalan lebih baik lagi.

(FPL)