Detail Berita


Menelisik Keterkaitan Lapangan Deposit Emas dan Lapangan Panas Bumi



Tanggal terbit: 02-07-2020

duniatambang.co.id - Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan energi panas bumi terbesar di dunia dengan potensinya diperkirakan 40% cadangan panas bumi dunia ada di tanah air. Hal ini dikarenakan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik mayor, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Hal ini menyebabkan Indonesia dilalui oleh jalur Ring of Fire atau barisan gunungapi yang kemudian berasosiasi dengan besarnya potensi panas bumi di Indonesia.

Baca juga: Metode Fracking pada Geothermal dinilai berbahaya, Benarkah?

Suatu lapangan panas bumi memiliki keterkaitan dengan adanya deposit emas. Panas bumi dan emas terbentuk dalam suatu kondisi geologi yang relatif sama, yaitu dengan adanya keterdapatan fluida hidrotermal. Fluida hidrotermal ini sendiri merupakan suatu fluida yang mengandung logam, salah satunya emas, yang terlarut ketika fluida ini berinteraksi dengan batuan di sekitarnya. Larutan hidrotermal, yang dapat dikatakan juga sebagai media pembentukan emas, umumnya terbentuk pada jalur gunung api aktif maupun yang tidak aktif.

Satu hal yang menarik adalah lapangan panas bumi yang sudah tidak berproduksi lagi dapat bertransformasi menjadi lapangan tambang deposit emas. Ini dikarenakan pembentukan emas sendiri memerlukan sumber panas untuk menghasilkan deposit emas yang ekonomis dengan waktu puluhan ribu tahun. Jika berasosiasi dengan keterdapatan panas bumi, maka sumber panas yang dimaksud adalah magma. Sehingga, ketika suatu lapangan panas bumi tidak lagi berproduksi, mineral-mineral bawaan seperti emas akan siap terbentuk, baik secara geologi dan ekonomi untuk ditambang.

Beberapa lapangan tambang emas yang terletak di area panas bumi, yaitu tambang emas Hishikari di Kagoshima, Jepang, tambang emas Lihir di Put Put, Papua Nugini. Indonesia sendiri terdapat juga beberapa lapangan panas bumi yang diketahui memiliki potensi deposit emas, seperti Kawasan Gunung Salak, Lapangan Awibengkok, dan Lapangan Gunung Endut, Namun, hal ini masih perlu dilakukan studi kelayakan apakah deposit yang ditemukan sudah layak ditambang secara ekonomi atau belum.

Keterkaitan lapangan deposit emas dan panas bumi pada dasarnya disebabkan oleh adanya aktivitas hidrotermal dan proses pematangan dengan heat source. Di daerah tersebut dapat ditemukansuatu sumberdaya ekonomis dalam suatu lokasi yang sama. Tentunya bagi pengembang lapangan tambang emas dan lapangan panas bumi hal ini saling menguntungkan. Kedepannya diharapkan hal tersebut dapat menjadi sumber pendapatan negara untuk menyokong pereokonomian nasional serta pengembangan dan pembangunan pada daerah-daerah lokasi sumberdaya yang umumnya terletak di area pedalaman.

 

Penulis : William Jhanesta (Mahasiswa  Universitas Indonesia)

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !