Detail Berita


Penjualan Alat Berat Anjlok, Bisnis Emas UNTR Justru Melesat


"Gedung PT United Tractors Tbk"
Sumber gambar: rmco.co.id


Tanggal terbit: 02-07-2020

duniatambang.co.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) baru saja merilis laporan kinerja operasional per Mei 2020. UNTR sendiri tercatat memiliki sejumlah lini bisnis mulai dari penjualan alat berat, jasa pertambangan hingga bisnis tambang emas. UNTR tidak menapik 2020 masih penuh dengan tantangan terutama adanya pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan global.

Lini bisnis penjualan alat berat UNTR tercatat masih lesu per Mei 2020. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, penjualan alat berat merk Komatsu dalam periode Year to Date (YTD) secara persentase turun hingga 55,1% atau sebanyak 777 unit. UNTR pun menjelaskan penurunan ini terjadi karena kurang bergairahnya pasar karena dampak pandemi yang akhirnya mempengaruhi kinerja operasional sejumlah sektor industri.

Sebagai informasi, sektor pertambangan masih mendominasi penjualan alat berat UNTR. Dimana sebanyak 280 unit atau secara persentase sebesar 36% merupakan penjualan ke sektor pertambangan, sebanyak 186 unit merupakan penjualan ke sektor kehutanan (forestry), 218 unit dijual ke sektor konstruksi dan sisanya sebanyak 93 unit merupakan penjualan ke sektor agribisnis (agro).

Dari sisi bisnis jasa pertambangan yang dijalankan oleh anak usahanya juga mengalami penurunan kinerja operasional terkait dengan kegiatan produksi batubara dan pengupasan overburden. PT Pamapersada Nusantara (Pama) per Mei 2020 mengalami penurunan tingkat produksi batubara sebesar 9,25%  atau berada pada angka 46,1 juta ton. Begitupula dengan pengupasan overburden yang harus turun ke angka 349,9 juta bank cubic meter (bcm). Begitu pula dengan penjualan batubara melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung (TTA) dimana penjualan batubara milik TTA tersebut harus anjlok hingga 62,34%. Penjualan batubara ini terdiri dari batubara thermal sebesar 379.000 ton dan batubara kokas (coking coal) sebesar 135.000 ton.

Kendati sejumlah bisnis UNTR tengah lesu, bisnis emas miliknya justru tengah melesat. Melalui anak usahanya yaitu Agincourt Resources, pada Mei 2020 UNTR berhasil menjual 40.000 ounces emas. Penjualan ini secara persentase meningkat hingga 122,2% jika dibandingkan dengan bulan Aprik 2020 dimana penjualan emas UNTR berada pada angka 18.000 ounces. Jika diakumulasikan penjualan emas UNTR periode Januari-Mei 2020 sebesar 153.000 ounces.

Melihat sejumlah tantangan yang diproyeksikan masih berpotensi mempengaruhi kinerja pada tahun ini, UNTR pun berniat untuk melakukan revisi sejumlah target termasuk belanja modal. Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors mengatakan, alokasi capex tahun ini diestimasikan sekitar US$ 230 juta-US$ 250. juta. Jumlah ini jauh lebih rendah jika dilihat dari target yang dipatok sebelumnya yaitu sebesar US$ 450 juta. 

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !