Detail Berita


Revolusi Industri 4.0 Pertambangan, Pekerjaan Manusia Akan Digantikan Robot?


"Suasana Pengendalian Minegem PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: ptfi.co.id


Tanggal terbit: 01-07-2020

duniatambang.co.id - Teknologi saat ini sudah memasuki era baru Revolusi Industri 4.0, dimana terjadi perubahan sistem teknologi yang mempengaruhi beberapa sektor industri di berbagai penjuru dunia. Industri pertambangan merupakan salah satu industri yang merasakan efek adanya revolusi industri 4.0 dengan adanya perubahan yang terjadi dengan sistem penambangan yang semakin efisien dan canggih.

Baca juga: Teknologi Digital Sektor Pertambangan Makin Dilirik dan Diminati

Sistem perubahan industri 4.0 pada sektor pertambangan sudah diterapkan di berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia. Contoh penerapannya di PT Freeport Indonesia (PTFI) yang memanfaatkan remote control dengan mengoperasikan loader kendali jarak jauh yang bernama Minegem.

Minegem Operation ini dikendalikan dari pusat kendali ruang control tambang DOZ Mine. Minegem Operation dinilai menguntungkan produktivitas PTFI, diantaranya meningkatkan efisiensi kerja dan efektifitas kinerja dan produktivitas penambangan yang dilakukan PTFI. Selain itu, Minegem juga meningkatkan dan menerapkan aspek keselamatan terhadap sebagian pekerja yang mengoperasikan loader di Kawasan DOZ Mine PTFI tersebut. Selain minegem PTFI, beberapa perusahaan jasa konsultan tambang juga menerapkan jasa survei dan pemetaan yang dilakukan dengan metode scanning (QEM-SCAN) dan survey foto udara dengan pesawat tanpa awak (UAV).

Seiring berjalannya industri 4.0 pertambangan di Indonesia, tentu akan ada dampak positif dan negatif. Faktor ketenagakerjaan sumber daya manusia menjadi salah satu poin utama yang kerap kali diperdebatkan. Tidak menutup kemungkinan teknologi akan memangkas tenaga kerja manusia.

Namun dibalik adanya pengurangan karyawan pada era revolusi 4.0 akan banyak terbentuk profesi-profesi baru. Pengoperasian alat-alat berat, pengawasan kerja, atau penggerak kinerja dan teknis perusahaan akan tetap membutuhkan banyak sumberdaya manusia dan akan tetap tersedia peluang kerja di beberapa tahun yang akan datang. Terlebih lagi, dengan meningkatnya permintaan akan bahan-bahan tambang untuk bahan bakar energi industri-industri di Indonesia.

 

Penulis : Dimas Chaidir Adinugroho (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta)

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !