Detail Berita


Government Drilling Pacu Percepatan Pengembangan Enegri Panas Bumi


"Pembangunan Energi Panas Bumi"
Sumber gambar: flicker.com


Tanggal terbit: 01-07-2020

duniatambang.co.id - Government drilling merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi risiko eksplorasi tahap awal energi panas bumi. Program ini akan membantu pengembang, baik sektor publik maupun swasta untuk mendapatkan pinjaman dan mengurangi risiko eksplorasi panas bumi dengan menutup sebagian biaya jika eksplorasi gagal. Dengan memanfaatkan kucuran dana hibah hingga USD 120 juta dari world bank, pemerintah terus berupaya menggenjot pengembangan panas bumi melalui program government drilling dengan target realistis mencapai 8.000 Mega Watt (MW) pada tahun 2030.

Dilansir dari Kementerian ESDM, potensi panas bumi Indonesia saat ini mencapai 28,5 Giga Watt (GW) dengan total cadangan kurang lebih 17,5 GW. Saat ini pengembangan sektor panas bumi di Indonesia baru mencapai 2.130,7 MW dari 16 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).

Adapun target 2020 kapasitas terpasang hingga 2.270,7 MW. Jika sesuai roadmap, akan terbangun kapasitas 3.352,6 MW pada tahun 2025. Sejauh ini, separuh dari target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebesar 7.241,5 MW panas bumi untuk mencapai 23% energi bauran tahun 2025. Sehingga secara realistis baru pada tahun 2030 akan terbangun kurang lebih sebesar 8000 MW.

Program government drilling tersebut saat ini ditugaskan kepada tiga perusahaan negara, yaitu PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Sarana Multi Ifrastruktur, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut dipercaya pemerintah untuk mengakselerasi peningkatan pembangunan Energi Baru Terbarukan (EBT) panas bumi sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 62 Tahun 2017.

Sesuai dengan road map pengembangan panas bumi Kementerian ESDM 2020-2030, saat ini terdapat 57 proyek eksisting  yang berjalan dan Power Purchase Agreement (PPA) di 28 WKP dengan kapasitas sekitar 2.232 MW. Lalu terdapat proyek pipeline yang sudah masuk di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) namun belum PPA sejumlah 44 proyek pada 34 WKP dengan kapasitas 1.630 MW. Terdapat juga 76 proyek potensial yang belum masuk RUPTL di 54 WKP dengan kapasitas 2.015 MW.

Berdasarkan target waktu Comercial On Date (COD), terdapat proyek jangka pendek 2020-2024 yakni 29 proyek dengan kapasitas 740 MW. Kemudian jangka menengah 2025-2028 yaitu 71 proyek dengan kapasitas 2.872 MW. Untuk jangka panjang di 2029-2030 terdapat 77 proyek dengan kapasitas 2.265 MW.

 

 

Penulis : Shofy Nur Fajri

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !