Detail Berita


Sumbangan Mineral dari Indonesia ke Dunia



Jakarta - Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah terutama kekayaan mineral yang selama ini menjadi salah satu produksi mineral terbesar di dunia. 

Potensi Indonesia sebagai salah satu produsen mineral dan batubara seharusnya dapat memberikan efek terhadap pasar dunia. Pada faktanya, Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar mineral – mineral di dunia.

Berdasarkan commodity.com (Indonesia’s Top 5 Commodity Exports), Indonesia menduduki urutan ke 24 sebagai pengekspor terbesar di dunia dengan GDP Indonesia sebesar $932 miliar dolar. Berdasarkan Indonesia-investments.com (Commodities of Indonesia), Ekspor komoditi bahan tambang terbesar Indonesia didominasi oleh batubara, timah, tembaga, dan emas.

Indonesia juga merupakan penghasil komoditi timah terbesar kedua di dunia setelah RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Pada tahun 2018, Indonesia menyumbang sekitar 33,444 tonnes timah  yang dimana meningkat 11% dari tahun sebelumnya (30,249 tonnes). Berdasarkan thejakartapost.com (State tin company exports grow 15 percent in 2018), Indonesia menyumbang 20% dari demand global timah.

Indonesia merupakan kedua terbesar pengeksportir batubara setelah Australia. Indonesia menyumbang 18% pasar batubara di dunia dengan output sebesar $11.9 Milyar Dolar.

Ekspor tembaga di Indonesia merupakan ekspor ketiga terbesar di dunia setelah Peru dan Chile. Indonesia menyumbang 7.9% pasar tembaga di dunia dengan nilai jual sebesar $44.2 milyar dolar.

Walaupun Indonesia memiliki tambang emas terbesar di dunia tetapi Indonesia hanya menempati posisi kesembilan dalam ekspor emas. Indonesia menyumbang 4% dari pasar dunia. PTFI (PT Freeport Indonesia) merupakan perusahan emas yang mendominasi produksi emas di Indonesia yang baru ini  diakuisisi oleh Inalum sebesar 51% dari sahamnya.

Beradasarkan Laporan Kinerja ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), peningkatan produksi bahan tambang seperti batubara, nikel, dan tembaga dan juga peningkatan penerimaan dari sektor mineral dan batubara (Minerba) medorong peningkatan investasi dalam sub-sektor mineral dan batubara.

Pada tahun 2019, berdasarkan Laporan Kinerja ESDM 2018, Indonesia meningkatkan investasinya terkait mineral dan batubara sebesar $7.8 miliar dolar. Peningkatan ini lebih besar $0.3 miliar dolar dari investasi pada tahun 2018 ($7.5 miliar dolar).

Dengan peningkatan investasi diharapkan Indonesia dapat memproduksi lebih banyak produk tambang dan juga memberikan efek terhadap pasar dunia sehingga Indonesia dapat mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

(FPL)