Detail Berita


Reklamasi, Cara Kembalikan Kelestarian Lingkungan Bekas Tambang


"Reklamasi Tambang"
Sumber gambar: beritasatu.com


Tanggal terbit: 29-06-2020

duniatambang.co.id - Permasalahan umum yang muncul dan menimbulkan sentimen negatif publik terhadap sebuah pertambangan adalah masalah lingkungan. Masih ada saja perusahaan tambang yang lalai dengan kewajiban untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. Namun tingkat kesadaraan perusahaan tambang akan kelestarian lingkungan sekarang ini terus meningkat.

Sejumlah metode dan teknologi terkini diterapkan agar kelestarian lingkungan di areal lokasi maupun sekitar tambang bisa tetap terjaga. Sehingga dampak negatif bisa ditekan serendah mungkin. Keberlangsungan operasional pertambangan pun bisa tetap berjalan lancar, seiring dengan terjaganya kondisi lingkungan sekitar.

Ada beberapa metode yang selama ini diterapkan oleh perusahaan tambang. Yang paling umum adalah dengan metode reklamasi. Metode ini dilakukan dengan tujuan memulihkan kondisi lingkungan, mengembalikan flora dan fauna seperti sebelum pertambangan itu dibangun.

Yang tidak diketahui publik adalah bahwa sebenarnya proses reklamasi ini dilakukan tidak hanya setelah proses penambangan berakhir. Namun sebenarnya terus dilakukan berkala sejak pertambangan itu dibuka. Jadi perusahaan harus benar-benar mengetahui jenis-jenis tanaman atau pohon sebelum pertambangan dibuka, dan mengembalikannya seperti semula.

Secara lebih detail, tahapan yang dilakukan yakni melakukan riset untuk memahami ekosistem yang ada. Kemudian membudidayakan jenis tumbuhan tersebut dan selanjutnya melakukan penanaman kembali pada lahan-lahan yang sudah tak lagi digunakan untuk menambang.

Sebuah perusahaan tambang yang benar-benar profesional, akan menyediakan fasilitas khusus untuk melakukan budidaya tanaman. Dikerjakan oleh para tenaga ahli, sehingga ekosistem yang sebelumnya tergusur oleh aktivitas tambang, bisa kembali secara alami.

Mayoritas kendala yang dihadapi dalam kegiatan reklamasi adalah pengawasan yang belum maksimal. Sejauh ini pengawasan lebih diutamakan terhadap perusahaan-perusahaan tambang skala besar. Lalu bagaimana pengawasan untuk tambang skala kecil?

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !