Detail Berita


Teknologi Penambangan dengan Autonomous Haulage System di Era Digital


"Antonomous Dump Truck"
Sumber gambar: Trucksplanet.com


Tanggal terbit: 29-06-2020

duniatambang.co.id - Dunia pertambangan merupakan sektor yang memiliki resiko kecelakaan kerja sangat tinggi. Beraktivitas diantara alat berat menuntut karyawan untuk selalu bekerja tanpa kesalahan. Karena keslahan sedikit saja bisa berakibat pada insiden yang menimbulkan kerugian baik itu jiwa dan materi. Pada saat ini beberapa perusahaan produsen alat berat telah melakukan pengembangan kendaraan tambang autonom sebagai solusi untuk mengurangi resiko kecelakaan pekerja tambang terutama operator.

Sistem kendaraan angkut otonom atau sering disebut sebagai Autonomous Haulage System (AHS) merupakan tools pengendalian alat berat jarak jauh yang memanfaatkan sinyal dan bantuan satelit. Sistem ini memungkinkan operator untuk menjalankan alat berat tambang dari ruang kontrol dengan jarak yang cukup jauh bahkan hingga ribuan kilometer dari lokasi. Hal tersebut tentu akan meminimalisir kemungkinan cidera yang akan dialami karyawan tambang.

Sebagai contoh, raksasa tambang Australia Rio Tinto saat ini menggunakan kurang lebih 69 truk pengangkut bijih tanpa pengemudi untuk oprasional tambangnya di Pilbara, Australia Barat. Pekerja di tambang ini mengoperasikan truk raksasa tanpa awak tersebut dari pusat kota Perth yang berjarak sekitar 1500 kilometer dari lokasi tambang. Rio Tinto mulai mengopersikan truk AHS ini di akhir tahun 2008 silam.

Pengelola tambang tersebut mengungkapkan bahwa teknologi AHS menghilangkan resiko kecelakan kerja karena faktor kelelahan yang sering dialami karyawan. Selain itu, truk yang dikemudikan tanpa ada sopir yang perlu pergi ke tolilet dan istirahat makan siang tentu memaksimalkan waktu produksi hingga 24 jam per hari. Teknologi ini membantu perusahaan tersebut menghemat hingga 500 jam kerja pertahun. Tanpa perlu menerbangkan karyawan ke lokasi tambang, AHS tentu juga menghemat anggaran untuk mobilisasi karyawan.

Salah satu perusahaan yang memprakarsai AHS adalah Komatsu Limited (Komatsu). Pada tahun 2005, Komatsu memulai uji coba AHS di tambang tembaga Codelco di Chili dan berhasil. Setelah itu penyebaran AHS meluas secara komersil hingga Australia dan Canada. Pada akhir 2017, AHS telah mencatatkan total bahan angkut hingga 1,5 miliar ton. Menurut Komatsu, kontrol kendaraan yang dioptimalkan oleh AHS menghasilkan peningkatan usia ban hingga 40% dibanding secara konvensional.

Di Indonesia sendiri, teknologi seprti mulai dirintis oleh PT Freeport Indonesia untuk oprasional loader di tambang bawah tanah DOZ tahun 2005. Pada awalnya masih manual menggunakan remote control di dekat unit dengan kabel. Setelah kurang lebih sepuluh tahun pengembangan otomasi, di tahun 2015 pengoperasian alat sudah dilakukan di gedung kantor di permukaan tanah.

 

Penulis : Shofy Nur Fajri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !